KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.(Dok. Antara)
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meminta pihak sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memastikan kebersihan dan keamanan makanan sebelum disajikan kepada siswa dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pesan tersebut disampaikan Sudaryono saat meninjau langsung pelaksanaan MBG di SDK St. Arnoldus Penfui, Kota Kupang, Rabu (16/9), bersama Gubernur NTT Melki Laka Lena.
“Saya berpesan kepada Kepala Sekolah dan para Guru, agar saat menerima makanan dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), pastikan di setiap ompreng terdapat label batas waktu untuk mengonsumsi,” ujar Sudaryono.
Ia menekankan pentingnya peran guru dalam melakukan pengecekan akhir sebelum menu MBG didistribusikan kepada siswa. Hal ini bertujuan untuk menjamin bahwa makanan yang diterima anak-anak dalam kondisi layak dan aman dikonsumsi.
Sistem Penilaian SPPG
Lebih lanjut, Sudaryono mengungkapkan bahwa BGN tengah menyiapkan sistem penilaian digital. Sistem ini nantinya memungkinkan setiap sekolah untuk mengevaluasi kinerja SPPG yang melayani mereka secara berkala.
Penilaian tersebut akan mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari kebersihan makanan, variasi menu, hingga unsur pendukung lainnya. Hasil evaluasi ini akan menjadi bahan perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaan program MBG di lapangan.
“Saat ini kami sedang menyiapkan sebuah sistem, agar ke depannya setiap sekolah dapat melakukan penilaian kepada masing-masing SPPG,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Sudaryono dan Gubernur Melki Laka Lena turut berbaur dan makan bersama para siswa. Kepala BGN juga menyempatkan diri berdialog dengan siswa untuk melihat langsung dampak dan pelaksanaan program prioritas nasional tersebut.
Dukungan Pemerintah Daerah
Gubernur NTT Melki Laka Lena memberikan apresiasi atas kunjungan Kepala BGN ke wilayahnya. Menurut Melki, kehadiran pemerintah pusat menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan program MBG memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah.
“Pemprov NTT akan terus memperkuat kolaborasi dengan BGN dan pemangku kepentingan terkait, untuk mendukung pelaksanaan MBG yang berkualitas bagi anak-anak di NTT,” tegas Melki. (Ant/H-3)


















































