Peluang Kemitraan Empat Bisnis di Sektor Makanan-Minuman dan Jasa

1 hour ago 6
Peluang Kemitraan Empat Bisnis di Sektor Makanan-Minuman dan Jasa (MI/HO)

PARTISIPASI PT Tokio Sentral Asia dalam The 2nd IBOS Expo 2026 membuahkan capaian bisnis yang signifikan. Selama tiga hari pameran, perusahaan yang menaungi sejumlah brand populer seperti Makashiya Coffee & Kitchen, Tokio Street, WashSmart, dan I am Story ini berhasil meraih banyak leads dan menghasilkan closing dengan estimasi nilai transaksi mencapai Rp1 miliar.

Selain perolehan transaksi, perusahaan juga merasakan dampak positif berupa peningkatan exposure serta bertambahnya prospek baru. Capaian ini menjadi bagian dari strategi Tokio Sentral Asia untuk memperluas jaringan sekaligus memperkenalkan peluang kemitraan kepada calon pengusaha dan investor.

Manager Operasional Tokio Sentral Asia, Naomi Kaka, menyebutkan bahwa IBOS Expo memberikan ruang strategis bagi perusahaan untuk bertemu langsung dengan target pasar.

"Keikutsertaan kami dalam IBOS Expo menjadi kesempatan untuk memperkenalkan dan memperluas awareness terhadap berbagai brand yang kami miliki, sekaligus membuka peluang kemitraan dengan calon investor dan pelaku usaha dari berbagai daerah," ujar Naomi dalam keterangannya, Rabu (16/9).

Perusahaan saat ini menawarkan empat pilihan bisnis di sektor F&B dan jasa yang dapat disesuaikan dengan minat investor:

  • Tokio Street: Brand jajanan khas Jepang (Japanese street food) yang eksis sejak 2010.
  • Makashiya Coffee & Kitchen: Konsep café and restaurant bernuansa Jepang yang modern.
  • WashSmart: Layanan cuci motor modern dengan konsep all-in-one service yang dilengkapi fasilitas pendukung seperti minimarket, coffee shop, hingga laundry.
  • I am Story: Menawarkan menu praktis berupa ayam boneless dan nasi olive dengan harga terjangkau.

Peluang kemitraan ini ditawarkan dengan nilai investasi mulai dari Rp75 juta. Model bisnis yang ditawarkan sangat memudahkan mitra karena pengelolaan operasional ditangani langsung oleh tim manajemen profesional. Perusahaan memberikan dukungan penuh mulai dari sistem kerja, monitoring investasi, pemasaran, hingga pendampingan manajemen.

Berdasarkan proyeksi perusahaan, mitra memiliki potensi fixed income sekitar 25%-30% dari nominal investasi. Estimasi balik modal (BEP) berada pada kisaran 3 hingga 12 bulan, tergantung pada paket dan skema investasi yang dipilih.

Hingga saat ini, PT Tokio Sentral Asia telah memiliki lebih dari 100 mitra. Peluang kemitraan masih terbuka lebar untuk wilayah Jabodetabek, Bali, Surabaya, dan Palembang, dengan rencana pengembangan ke wilayah lain di seluruh Indonesia. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |