Menhub Dudy Purwagandhi.(Dok Kemenhub)
PENCARIAN terhadap penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari terus diintensifkan. Hingga memasuki hari kedua pencarian, tim gabungan berhasil menemukan total 108 penumpang dalam kondisi selamat.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengonfirmasi bahwa hingga Senin (14/9), total korban yang ditemukan mencapai 114 orang. Dari jumlah tersebut, mayoritas dinyatakan selamat, sementara beberapa lain ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Jadi, total yang sudah ditemukan berjumlah 114 orang, dengan rincian 108 penumpang selamat dan 6 orang meninggal dunia," ujar Menhub Dudy dalam keterangan resminya, Senin (14/9).
Optimalisasi Pencarian dengan 600 Personel
Menhub menjelaskan bahwa kekuatan personel gabungan yang dikerahkan dalam operasi pencarian kini telah ditambah menjadi lebih dari 600 orang. Penambahan ini diharapkan dapat memaksimalkan penyisiran di area kecelakaan guna menemukan penumpang lain yang mungkin masih terombang-ambing di laut.
"Saya juga terus mengingatkan agar seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini senantiasa mengedepankan aspek keselamatan dan perkuat koordinasi di lapangan," tegas Menhub.
Terkait penanganan korban selamat, Dudy menjelaskan bahwa penumpang yang membutuhkan perawatan medis segera dirujuk ke rumah sakit terdekat. Sementara itu, bagi penumpang yang kondisinya stabil, pemerintah berkoordinasi dengan pihak operator pelayaran untuk memfasilitasi kepulangan mereka ke rumah masing-masing.
KNKT Selidiki Penyebab Kecelakaan
Mengenai spekulasi penyebab kecelakaan, Menhub menegaskan bahwa berdasarkan data awal, KMP Virgo Transport 8 tidak dalam kondisi kelebihan muatan (overload) saat bertolak. Kapasitas kapal dilaporkan bahkan tidak terisi secara maksimal selama pelayaran tersebut.
"Perlu diketahui, KMP Virgo Transport 8 berlayar dalam kondisi tidak overload. Namun demikian, kita tunggu investigasi menyeluruh dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan kapal tersebut," tuturnya.
Saat ini, tim KNKT telah berada di lapangan untuk melakukan investigasi awal. Proses pengumpulan data mencakup pemeriksaan spesifikasi teknis kapal serta wawancara mendalam dengan kru dan penumpang yang selamat guna menyusun kronologi lengkap peristiwa tersebut. (I-2)

















































