Ilustrasi.(Magnific)
MESKIPUN cokelat hitam mengandung komponen bermanfaat seperti serat dan polifenol yang baik untuk kesehatan jantung, para ahli sepakat bahwa hal itu tidak serta-merta menjadikannya makanan kesehatan secara keseluruhan. Penting untuk dicatat bahwa banyak studi yang menghubungkan konsumsi kakao dengan kesehatan jantung didasarkan pada data suku Kuna di Panama.
Namun, pola konsumsi mereka berbeda dengan masyarakat modern. Suku Kuna meminum lebih dari lima cangkir biji kakao giling per hari dengan kandungan gula dan lemak yang jauh lebih rendah daripada cokelat komersial.
Konsumsi cokelat berlebih tetap berisiko memicu penyakit jantung dan kerusakan gigi akibat asupan gula yang tinggi. Meski demikian, suatu penelitian tahun 2021 menunjukkan bahwa waktu mengonsumsi cokelat dapat memberikan dampak berbeda bagi tubuh.
Manfaat Makan Cokelat di Pagi Hari
Studi yang melibatkan wanita pascamenopause menemukan bahwa mengonsumsi 100 gram cokelat di pagi hari (dalam waktu satu jam setelah bangun tidur) memberikan efek positif berikut:
- Mengurangi Nafsu Makan: Peserta mengalami penurunan rasa lapar dan keinginan untuk makan makanan manis sepanjang hari.
- Metabolisme Lemak: Membantu menurunkan kadar gula darah puasa dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk membakar lemak.
- Lingkar Pinggang: Terjadi pengurangan lingkar pinggang selama periode 14 hari penelitian.
Professor Frank A.J.L. Scheer, yang terlibat dalam riset tersebut, menjelaskan kepada The Harvard Gazette bahwa temuan ini menyoroti bahwa bukan hanya apa yang kita makan, tetapi kapan kita makan dapat memengaruhi mekanisme fisiologis dalam pengaturan berat badan.
Manfaat Makan Cokelat di Malam Hari
Mengonsumsi cokelat satu jam sebelum tidur juga menunjukkan manfaat spesifik bagi kelompok wanita pascamenopause dalam penelitian ini:
- Kualitas Tidur: Membantu peserta jatuh tidur pada waktu yang lebih teratur.
- Aktivitas Fisik: Meningkatkan aktivitas fisik pada keesokan hari.
- Pembakaran Karbohidrat: Konsumsi malam hari tampaknya mendorong tubuh untuk membakar lebih banyak karbohidrat.
Menariknya, baik kelompok yang makan di pagi hari maupun malam hari tidak mengalami kenaikan berat badan di akhir studi dua minggu tersebut. Dr. Marta Garaulet mencatat bahwa cokelat membantu mengurangi asupan energi ad libitum (sesuai keinginan), yang konsisten dengan berkurangnya rasa lapar dan nafsu makan.
Catatan Penting: Studi ini hanya melibatkan wanita pascamenopause. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami apakah temuan ini berlaku bagi populasi umum lain. (Huffpost/I-2)


















































