Puluhan Ribu Warga Iran Padati Mashhad Hadiri Pemakaman Ali Khamenei

3 hours ago 6
Puluhan Ribu Warga Iran Padati Mashhad Hadiri Pemakaman Ali Khamenei Peti jenazah mantan pemimpin Iran Ali Khamenei sedang dipindahkan dari Bandara Internasional Najaf.(Dok. Antara/Anadolu Agency/Pri)

PULUHAN ribu warga berkumpul di sekitar kompleks makam Imam Reza di Kota Mashhad, Iran, pada Kamis (9/7), untuk menghadiri prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Suasana duka ini berlangsung di tengah eskalasi ketegangan setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara ke wilayah tersebut.

Koresponden RIA Novosti melaporkan bahwa militer Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar terhadap Iran sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari. Sebagai respons, pasukan Iran melaporkan telah melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait. Otoritas Iran menuduh Washington melanggar nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan.

Prosesi pemakaman Ali Khamenei sempat mengalami penundaan. Jenazah Khamenei semula dijadwalkan tiba dari Kota Najaf, Irak, pada pukul 06.00 waktu setempat (08.00 WIB). Namun, karena keterlambatan kedatangan jenazah, jadwal diundur menjadi pukul 14.00 waktu setempat atau 18.30 WIB.

Meski terjadi penundaan dan ancaman keamanan, massa tetap memadati kawasan makam Imam Reza. Para pelayat mengibarkan bendera Iran, membawa foto mendiang Khamenei, dan meneriakkan slogan-slogan keagamaan. Jalan-jalan menuju kompleks makam dilaporkan lumpuh total oleh kerumunan massa, sehingga aparat keamanan dan tim medis dikerahkan secara besar-besaran.

"Saya datang ke Mashhad karena merasa harus berada di sini pada momen bersejarah ini. Apa pun situasinya, saya tidak bisa melewatkan kesempatan untuk memberikan penghormatan kepada pemimpin yang mengabdikan hidupnya bagi tanah air," ujar salah seorang warga kepada RIA Novosti.

Penyiar resmi Iran, IRIB, mencatat signifikansi internasional dari acara ini dengan melaporkan kehadiran lebih dari 4.700 pengunjung asing yang berasal dari 27 negara berbeda.

Ali Khamenei wafat pada 28 Februari lalu akibat serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di Teheran. Pasca-kematiannya, putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, telah terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Hingga saat ini, Mojtaba belum muncul secara langsung di hadapan publik, namun telah menyampaikan beberapa pernyataan resmi melalui media pemerintah. (Ant/SputnikH-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |