Pola Hidup tak Teratur dan Hyperarousal Picu Gangguan Tidur

3 hours ago 6
Pola Hidup tak Teratur dan Hyperarousal Picu Gangguan Tidur ilustrasi Pola Hidup.(MI)

PIHAK Certified Sleep Recovery Coach Vishal C Dasani menyatakan salah satu penyebab utama kualitas tidur yang buruk pada masyarakat modern adalah pola hidup yang tidak teratur, serta kondisi hyperarousal, yaitu saat sistem saraf tetap berada dalam kondisi siaga meskipun tubuh sudah merasa lelah.

"Pada dasarnya, tidur adalah kemampuan alami manusia yang sudah tertanam dalam sistem biologis sejak kita berada di dalam kandungan," kata Vishal pada kampanye bertajuk "Women of Endurance: Sleep & Recharge" di Yogyakarta, Kamis (9/7).

Padahal, seharusnya tidur adalah merupakan fase dimana masyarakat tidak hanya sekadar beristirahat, melainkan mengisi ulang tubuh, agar ketika bangun badan dalam keadaan bugar dan kembali semangat beraktivitas.

"Namun, gaya hidup modern membuat banyak orang menjadikan tidur sekadar sebagai proses melewatkan waktu (time passing), bukan benar-benar mengisi ulang energi (recharging)," katanya.

Vishal mengatakan, kuncinya adalah 'unwinding', yaitu memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk melambat secara bertahap.

"Saat kita melepaskan 'pedal gas' dari berbagai stimulasi, tubuh akan menerima sinyal bahwa hari telah selesai, lingkungan aman, dan kini saatnya memasuki fase istirahat," katanya.

Melalui sesi Sleep & Recharge, para peserta yang berjumlah 38 perempuan tersebut mendapatkan berbagai panduan praktis untuk membangun kebiasaan tidur (sleep hygiene) yang lebih baik sebagai bagian dari proses pemulihan tubuh.

Diantaranya meluangkan waktu unwinding yang ideal sekitar 30–90 menit sebelum tidur dengan mengurangi paparan berbagai stimulasi, menyelesaikan yang masih membebani pikiran, serta melakukan aktivitas menenangkan, seperti mandi air hangat atau membaca buku.

"Tetap aktif pada siang hari. Aktivitas fisik yang cukup membantu meningkatkan sleep pressure atau dorongan alami tubuh untuk tidur, sehingga proses tidur pada malam hari menjadi lebih mudah dan berkualitas," katanya.

Senior Marketing Manager Garmin Indonesia Chandrawidhi Desideriani mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye Women of Endurance, sebuah inisiatif Garmin yang merayakan ketangguhan perempuan dalam menjalani berbagai peran setiap hari.

"Sesi ini dirancang sebagai momen bagi para peserta untuk berhenti sejenak dari rutinitas, memulihkan energi, sekaligus memahami bahwa proses pemulihan tubuh sama pentingnya dengan aktivitas yang dijalani setiap hari," katanya.

Menurut dia, kampanye ini mengajak perempuan memahami endurance bukan hanya tentang terus bergerak, tetapi juga tentang mengetahui kapan tubuh perlu beristirahat, pulih, dan mengisi ulang energi agar dapat terus menjalani kehidupan dengan sehat dan berkelanjutan.

"Melalui kampanye ini kami merayakan semangat perempuan modern yang terus bergerak, berkarya, dan memberikan yang terbaik dalam berbagai peran. Namun, ketangguhan sejati bukan hanya tentang terus melangkah, melainkan mengetahui kapan tubuh membutuhkan waktu untuk pulih," katanya.

Pihaknya berharap, sesi Sleep & Recharge ini dapat menjadi pengingat bahwa tidur yang berkualitas bukanlah kemewahan, tetapi fondasi penting untuk menjaga kesehatan, performa, dan daya tahan jangka panjang. (Ant/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |