Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan proyek jalan sejajar rel di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, rampung pada 2027 untuk mengurai kemacetan .(Antara/Luthfia Miranda Putri)
PROYEK pembangunan jalan sejajar rel kereta api di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang mangkrak sejak direncanakan pada 2013, ditargetkan rampung pada 2027.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini memprioritaskan penyelesaian pembebasan lahan yang tersisa demi mengurai kemacetan kronis di wilayah tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung lokasi proyek pada Senin (14/9). Peninjauan dilakukan untuk memastikan persoalan yang membuat pembangunan jalan sepanjang 1,7 kilometer itu mangkrak dapat segera terurai.
“Ini sebenarnya direncanakan sejak zaman Bang Foke (Fauzi Bowo) tahun 2013, tetapi sampai hari ini belum terselesaikan,” ujar Pramono di lokasi.
Pramono menyoroti fakta bahwa proyek ini telah melewati delapan periode kepemimpinan gubernur tanpa kepastian penyelesaian. Oleh karena itu, ia menginstruksikan jajarannya untuk menuntaskan hambatan utama, khususnya terkait pengadaan lahan.
“Sudah delapan gubernur, kok enggak selesai-selesai. Itu yang kemudian membuat saya tertarik untuk melakukan dan mendalami,” tegasnya.
Saat ini, pembebasan lahan untuk proyek jalan sejajar rel Pasar Minggu telah mencapai 70%. Pemprov DKI Jakarta menargetkan sisa 30% lahan dapat dibebaskan sepenuhnya pada 2026, sehingga konstruksi fisik dapat berlanjut dan selesai pada 2027.
“Alhamdulillah, pembebasan lahan sekarang sudah 70%. Masih ada 30% dan tentunya kami mengharapkan penyelesaian ini bisa dilakukan di 2026. Sehingga jalan ini akan bisa diselesaikan di tahun 2027,” tutur Pramono.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN DKI Jakarta Lutfi Zakaria menjelaskan bahwa sisa 30% kendala lahan terfokus pada kelengkapan berkas administrasi warga. Proses penilaian harga (appraisal) dan musyawarah pada dasarnya telah berjalan.
“Pada intinya, masyarakat di awal-awal sudah ada appraisal dan ada musyawarah. Tinggal kami mengumpulkan berkas-berkas administratif dari masyarakat,” jelas Lutfi.
Jalan sejajar rel Pasar Minggu dirancang memiliki lebar 18 hingga 23 meter. Kehadiran jalur arteri baru ini diproyeksikan menjadi solusi strategis guna memecah kepadatan lalu lintas harian yang kerap melanda kawasan Pasar Minggu dan sekitarnya.
“Nanti lebar jalannya 18 sampai dengan 23 meter, sehingga jalannya cukup lebar. Saya yakin ini akan mengurangi kepadatan yang luar biasa di daerah Pasar Minggu dan sekitarnya,” kata Pramono.
Ia menegaskan penuntasan infrastruktur ini menjadi salah satu program prioritas yang akan dikawal ketat hingga tuntas. “Mudah-mudahan kami segera bisa selesaikan, dan 2027 secara keseluruhan bisa kami tuntaskan,” pungkasnya. (Far/P-2)

















































