Tangkapan layar video yang memperlihatkan warga di Kabupaten Lampung Timur menambal jalan raya bukan dengancangkang kerang.(Dok.Istimewa)
SEBUAH video yang memperlihatkan warga di Kabupaten Lampung Timur bergotong-royong menambal lubang-lubang di jalan raya bukan dengan aspal atau semen, melainkan menggunakan tumpukan cangkang kerang.
Aksi swadaya ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat warga terhadap kondisi infrastruktur yang kian memprihatinkan dan membahayakan pengguna jalan. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan warga, jalan yang mengalami kerusakan parah tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas ekonomi dan aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.
Inisiatif Warga di Tengah Keterbatasan
Seorang warga Lia Esyantri menjelaskan alasan cangkang kerang dipilih untuk membuat rata jalan di desa tersebut. Kondisi jalan yang tak rata, ujar Lia, membuat pengendara terjatuh dan ban motor bocor. Hal itu membahayakan.
"Batu-batunya tajam, kalau dilewati motor sering bikin ban bocor. Kalau ditutup pakai kulit kerang lebih aman. Lama-lama kulit kerangnya hancur dan permukaannya jadi lebih halus,"ujar dia, Selasa (7/7).
Menurut pengakuan Lia, cangkang kerang didapat dari warga yang bekerja sebagai buruh pengupas kerang dan diberikan secara gratis. Limbah tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai material penutup jalan sehingga warga tidak perlu mengeluarkan biaya.
"Kulit kerangnya dapat gratis dari warga yang bekerja mengupas kerang. Jadi memang dimanfaatkan untuk menutup jalan," ungkapnya.
Perbaikan dilakukan secara swadaya melalui gotong royong warga. Mereka bergiliran menutup jalan rusak sembari berharap pemerintah segera mengaspal jalan tersebut.
"Kami gotong royong bergantian. Sambil menunggu pemerintah mengaspal, karena memang ada beberapa jalan yang sudah diaspal, mungkin dilakukan secara bertahap," harap dia. (Ant/H-4)


















































