1,3 Juta Warga Palestina Kekurangan Air Minum

3 hours ago 1
1,3 Juta Warga Palestina Kekurangan Air Minum Warga Gaza, Palestina.(Anadolu)

KANTOR PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa sebagian besar penduduk di wilayah Palestina yang diduduki kini tidak memiliki akses memadai terhadap air bersih, fasilitas sanitasi, maupun sarana kebersihan.

OCHA mencatat, lebih dari 1,3 juta jiwa atau melampaui separuh total populasi, hanya memperoleh pasokan air kurang dari 6 liter per orang per hari untuk kebutuhan minum dan memasak. Angka ini jauh di bawah standar kemanusiaan situasi darurat yang menetapkan batas minimum 15 liter per orang per hari untuk memenuhi kebutuhan minum, mencuci, dan memasak.

Selain itu, sekitar 700.000 warga lainnya tercatat hanya memperoleh kurang dari 9 liter air per hari untuk kebutuhan rumah tangga. Kondisi ini memperburuk kemampuan warga dalam menjaga kebersihan diri, sanitasi tempat tinggal, hingga pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak.

Guna bertahan hidup, tiga dari setiap empat warga bergantung pada pasokan air yang didistribusikan melalui truk tangki. Sepanjang bulan lalu, mitra-mitra kemanusiaan menyalurkan air secara berkala ke lebih dari 2.500 titik pengambilan air serta 100 lokasi pengungsian di seluruh kawasan Jalur Gaza.

"Orang-orang harus berdesak-desakan di titik pengambilan air dan tidak memiliki cukup wadah untuk membawa air kembali ke rumah, tugas yang sering kali harus dilakukan oleh anak-anak," tulis OCHA dalam laporan resminya, Selasa (11/8).

Ancaman Penyakit 

Kondisi sanitasi warga di wilayah pengungsian juga memprihatinkan. Hanya separuh dari seluruh rumah tangga yang memiliki akses ke fasilitas sanitasi dasar pribadi. Sementara sisanya terpaksa menggunakan fasilitas umum bersama yang dinilai tidak memadai dan tidak aman, sehingga memicu risiko penularan penyakit.

Dari aspek kebersihan lingkungan, meski lembaga kemanusiaan telah mengangkut sekitar 80 persen sampah padat di Jalur Gaza, penumpukan limbah masih menjadi persoalan krusial. Lebih dari 900.000 warga melaporkan masih terpapar sampah yang menumpuk di kawasan permukiman.

OCHA menegaskan bahwa dukungan pendanaan yang konsisten, pemberian izin impor suku cadang fasilitas air, serta pemulihan akses ke tempat pembuangan akhir (TPA) di area terisolasi menjadi syarat mendesak untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih dalam. (Ant/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |