Mengenal ChatTJB, Layanan Viral yang Mengganti AI dengan Manusia

4 hours ago 2
Mengenal ChatTJB, Layanan Viral yang Mengganti AI dengan Manusia ChatTJB(Instagram @chatgptricks)

DI tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih, sebuah layanan bernama ChatTJB mendadak viral karena menawarkan pendekatan yang sangat kontras.

Banyak pengguna awalnya mengira mereka sedang berinteraksi dengan chatbot pintar, namun kenyataannya, setiap pesan yang masuk dijawab langsung oleh seorang manusia.

Sosok di balik layanan unik ini adalah Tucker Bryant, seorang seniman konseptual berusia 32 tahun yang juga merupakan mantan karyawan Google.

Alih-alih mengandalkan Large Language Model (LLM) seperti ChatGPT atau Claude, Bryant memilih untuk duduk di depan laptopnya selama 10 jam sehari guna merespons setiap pertanyaan yang masuk secara manual.

AI: Bukan Artificial Intelligence, tapi Average Individual

Proyek ChatTJB sengaja dirancang menyerupai antarmuka chatbot AI pada umumnya. Namun, Bryant memberikan pelintiran pada akronim "AI" yang ia gunakan. Dalam proyek ini, AI merupakan singkatan dari Average Individual atau individu biasa.

Bryant menjawab berbagai macam pertanyaan, mulai dari persoalan matematika, rekomendasi makanan, hingga curhatan masalah pribadi yang mendalam.

Meski jawabannya tidak secepat atau seakurat mesin, Bryant memberikan sentuhan empati yang tidak dimiliki oleh algoritma. Menariknya, setelah pengguna menyadari bahwa mereka berbicara dengan manusia asli, pertanyaan yang diajukan cenderung berubah menjadi lebih personal dan serius.

Viral Melalui Billboard di San Francisco

Meski sudah diluncurkan sejak April 2026, popularitas ChatTJB baru meledak setelah Bryant memasang billboard raksasa di kawasan Sixth dan Folsom, San Francisco, pada akhir Juli. Strategi pemasaran konvensional ini terbukti efektif menarik perhatian publik di pusat teknologi dunia tersebut.

Data Statistik Proyek ChatTJB (Hingga Agustus 2026):

Kategori Detail Informasi
Biaya Billboard Sekitar US$6.000 (Rp100 juta) per bulan
Lonjakan Trafik 5.000 pertanyaan dalam satu jam (puncak viral)
Total Pertanyaan Lebih dari 30.000 (per 6 Agustus 2026)
Peminat Relawan 3.000+ orang mendaftar menjadi "AI"

Kritik Terhadap "Cognitive Surrender"

Melalui ChatTJB, Bryant ingin menyampaikan pesan mendalam mengenai hubungan manusia dengan teknologi. Ia menyoroti fenomena yang disebutnya sebagai cognitive surrender, yaitu kondisi di mana individu terlalu mudah menyerahkan proses berpikir dan pengambilan keputusan kepada mesin tanpa melakukan verifikasi mandiri.

Meskipun proyek ini terkesan menyindir ketergantungan pada teknologi, Bryant menegaskan bahwa dirinya bukan seorang anti-AI. Ia bahkan menggunakan bantuan AI dalam membangun infrastruktur situs ChatTJB. Baginya, proyek ini adalah eksperimen sosial untuk membuktikan bahwa di era digital yang serba otomatis, interaksi manusiawi yang tulus tetap memiliki nilai yang tak tergantikan.

Kini, Bryant tidak lagi sendirian. Tingginya minat masyarakat membuat lebih dari 3.000 orang bersedia menjadi sukarelawan untuk membantu menjawab pertanyaan, dengan sekitar 10 orang yang sudah aktif terlibat sebagai "AI" atau Average Individual tambahan. (WIRED, The San Francisco Standard/Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |