Penyaluran bantuan air bersih di Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Klaten.(Dok.BPBD Klaten)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Jawa Tengah, hingga awal pekan ini telah menyalurkan 483 tangki bantuan air bersih setara 2.415.000 liter ke daerah terdampak kekeringan di kawasan lereng Gunung Merapi, Kecamatan Kemalang.
BPBD Klaten juga melaporkan empat desa yang mengalami kekeringan di Kecamatan Kemalang, yaitu Desa Tlogowatu, Desa Tegalmulyo, Desa Kendalsari, dan Desa Sidorejo. Adapun jumlah warga yang terdampak kekeringan total 3.538 kepala keluarga (KK) atau 11.696 jiwa.
Untuk penanganan daerah kekeringan dampak fenomena El Nino di Kecamatan Kemalang, BPBD Klaten hingga saat ini terus menggiatkan droping air bersih, yaitu untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Penyaluran bantuan air mulai dilaksanakan pada 15 Juni 2026.
“Kami sampaikan bahwa Desa Tlogowatu hingga awal pekan ini telah mendapat droping air 127 tangki untuk 1.222 KK/3.581 jiwa, Desa Tegalmulyo 132 tangki (992 KK/3.435 jiwa), Desa Kendalsari 88 tangki (380 KK/1.397 jiwa), dan Desa Sidorejo 136 tangki (944 KK/3.283 jiwa), dengan penerima manfaat total 3.538 KK/11.696 jiwa,” jelas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Anjung Darojati kepada Media Indonesia, Rabu (12/8).
Di bagian lain, Anjung menyampaikan corporate social responsibility (CSR) BBWS Bengawan Solo juga menyalurkan bantuan air dua tangki untuk 90 KK/380 jiwa warga Desa Kendalsari. Pun, NGO Tanah Air Lestari menyalurkan dua tangki kepada 45 KK/180 jiwa warga Desa Kendalsari, dan tiga tangki untuk 92 KK/312 jiwa di Desa Tlogowatu.
“Dengan demikian, penyaluran bantuan air bersih ke empat desa terdampak kekeringan di kawasan lereng Gunung Merapi, Kecamatan Kemalang, total telah mencapai 490 tangki setara 2.447.000 liter, dengan jumlah penerima manfaat 3.765 KK/12.568 jiwa,” ujar Anjung Darojati. (Z-2)

















































