25 Merek Beras Fortifikasi yang Kandungannya tidak Sesuai Label, Ini Daftarnya

3 hours ago 18
25 Merek Beras Fortifikasi yang Kandungannya tidak Sesuai Label, Ini Daftarnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merilis daftar 25 merek beras fortifikasi yang melanggar aturan.(MI/Naufal Zuhdi)

MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara resmi mengungkap daftar 25 merek beras fortifikasi yang memiliki kandungan nutrisi tidak sesuai dengan label kemasan. Temuan ini didasarkan pada hasil uji laboratorium di empat lembaga kredibel yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian fatal antara klaim gizi dan isi produk.

Selain masalah kandungan, Amran menyoroti praktik harga yang sangat tinggi, di mana beberapa merek dijual hingga Rp57.000 per kilogram, jauh di atas harga wajar beras premium atau medium. "Ini menyengsarakan konsumen.

Tujuan fortifikasi untuk ibu hamil dan stunting tidak tercapai karena harganya justru melambung tinggi," ujar Amran di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (15/9).

Berikut adalah daftar 25 merek beras fortifikasi yang dinyatakan tidak sesuai dengan label kemasannya:

  1. Idola Fortifikasi
  2. Idola High Quality Whole Grain Rice
  3. Idola Long Grain Rice
  4. Ikan Mas Cupang
  5. AAA Wijaya Kusuma
  6. Cantik Manis
  7. Penari Bangkok
  8. Topi Koki Short Grain
  9. Topi Koki Setra Royale
  10. Topi Koki Long Grain Crystal
  11. HOK-1 Gohan
  12. Maknyuss Pulen Gizi
  13. Anak Raja Fortifikasi
  14. Anak Raja Nusantara
  15. Top Anak Raja
  16. PMS Induk Ayam
  17. Sumo
  18. Rasvit
  19. FS Nutri Rice
  20. Pelikan
  21. Rice Rojolele
  22. Super Kepala Beras Premium 111
  23. 111 Golden Number
  24. Putri Koki
  25. Wellfarm Beras Diabet

Mentan menegaskan bahwa praktik ini sangat merugikan masyarakat, terutama karena target utama beras fortifikasi adalah kelompok rentan seperti ibu menyusui dan anak stunting. Rata-rata produsen menjual beras tersebut di kisaran harga Rp22.000 per kilogram, padahal seharusnya harga beras tersebut berada di level Rp13.500 per kilogram.

Kementerian Pertanian kini tengah berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menindaklanjuti temuan ini. Amran memperingatkan para produsen agar tidak mengambil keuntungan tidak wajar dengan memanipulasi label gizi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas. (Ant/Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |