Petenis Indonesia Janice Tjen(AFP/Clive Brunskill/Getty Images/)
SEKRETARIS Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Andi Fajar, memberikan penjelasan terkait absennya petenis putri andalan Indonesia, Janice Tjen, pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keputusan ini ditegaskan sebagai langkah strategis untuk mengamankan peringkat dunia Janice demi menembus babak utama Grand Slam Australia Terbuka 2027.
Andi menjelaskan bahwa Janice saat ini berada dalam posisi krusial untuk mempertahankan poin peringkat WTA miliknya. Jika ia memilih bertanding di Asian Games, Janice berisiko kehilangan poin besar karena harus melewatkan turnamen wajib WTA, yang pada akhirnya dapat menutup peluangnya tampil di Melbourne.
"Ini bagian dari program supaya Janice tetap bisa masuk ke Melbourne Australia Terbuka. Dia harus menjaga poinnya sekarang," ujar Andi saat dihubungi pada Senin (15/9/2026).
Benturan Aturan WTA dan Upaya Diplomasi Pelti
Pelti sebenarnya telah mengupayakan berbagai cara agar Janice tetap bisa membela Merah Putih tanpa harus mengorbankan peringkat dunianya. Komunikasi intensif dengan International Tennis Federation (ITF) dan Women's Tennis Association (WTA) sudah dilakukan sejak setahun lalu hingga awal 2026.
Pelti bahkan mengirimkan surat resmi meminta kebijakan khusus terkait aturan zero point. Harapannya, WTA memberikan pengecualian agar poin Janice tidak hangus saat ia absen di turnamen profesional demi mengikuti ajang multievent seperti Asian Games. Namun, WTA tetap pada regulasinya.
"Yang bisa diberikan hanya keringanan penalti (denda). Kami sebenarnya siap membayar denda tersebut, baik untuk Janice maupun federasi, jika ia absen di WTA 1000 Beijing. Namun, masalah utamanya bukan denda, melainkan kehilangan poin yang tidak bisa ditawar," tambah Andi.
Analisis Poin Janice Tjen:
Berdasarkan perhitungan Pelti, Janice memiliki sekitar 405 poin yang wajib dipertahankan hingga Desember 2026. Kehilangan poin ini akan membuat peringkatnya merosot tajam dan menyulitkan akses ke turnamen Grand Slam.
Perbandingan dengan Petenis Lain
Menanggapi pertanyaan publik mengenai petenis Filipina, Alexandra Eala, yang tetap tampil di Asian Games meski menghadapi risiko serupa, Andi menjelaskan adanya perbedaan situasi poin yang signifikan.
| Janice Tjen (INA) | Absen | Fokus menjaga 405 poin untuk Australian Open 2027. |
| Alexandra Eala (PHI) | Tampil | Poin aman berkat distribusi poin tinggi di awal dan pertengahan tahun. |
| Naomi Osaka (JPN) | Absen | Pertimbangan kalender WTA dan peringkat dunia. |
| Elena Rybakina (KAZ) | Absen | Fokus pada tur profesional (Juara US Open 2026). |
Target Jangka Panjang: Olimpiade
Keputusan pahit ini telah dikoordinasikan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga. Pelti menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah membawa petenis Indonesia kembali bersaing di level tertinggi, yakni Olimpiade.
Tampil di Australian Open dipandang sebagai batu pijakan yang sangat penting untuk mengumpulkan poin menuju kualifikasi Olimpiade. "Harapan kita Janice bisa masuk ke situ (Olimpiade). Itu capaian tertinggi yang sedang kita kejar," pungkas Andi. (Ant/Z-1)

















































