Krisis Perang Iran: Costco Mulai Batasi Pembelian Oli Kirkland

3 hours ago 8
 Costco Mulai Batasi Pembelian Oli Kirkland Ilustrasi.(Magnific)

RAKSASA ritel Costco mulai memberlakukan penjatahan terhadap produk oli motor Kirkland Signature miliknya. Langkah ini diambil di tengah eskalasi konflik di Iran yang memicu tekanan besar pada pasokan dan harga energi global.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Costco dan laporan The Auto Wire, pengecer tersebut kini membatasi anggota hanya boleh melakukan dua kali pembelian oli full synthetic 5W-30 setiap tujuh hari. Produk ini biasanya dijual dalam paket berisi dua botol berukuran lima kuart.

Lonjakan Harga dan Gangguan Pasokan

Selain pembatasan jumlah pembelian, harga produk ini juga mengalami kenaikan signifikan. Data dari The Drive menunjukkan bahwa sepuluh kuart oli full synthetic Kirkland Signature kini dibanderol seharga US$58 (sekitar Rp890.000), melonjak tajam dari harga sebelumnya yang hanya berkisar US$30 (sekitar Rp460.000).

Pembatasan ini merupakan dampak ekonomi dari perang di Iran yang mulai memukul rumah tangga di Amerika Serikat. Penutupan Selat Hormuz telah mengganggu pasokan minyak mentah dunia, yang berujung pada kenaikan biaya bahan bakar dan produk turunan minyak bumi lainnya.

Statistik Krisis Energi:

  • Tambahan biaya bensin dan diesel nasional melampaui US$100 miliar.
  • Rata-rata rumah tangga membayar biaya tambahan lebih dari US$750 sejak perang dimulai pada Februari.
  • Beban biaya nasional terus meningkat sekitar US$1 juta setiap dua menit.

Dampak pada Konsumen

Data terbaru dari AAA menunjukkan rata-rata harga bensin mencapai US$4,31 per galon, naik dari US$4,14 pada periode sebelumnya. Sementara itu, harga diesel melonjak lebih tinggi hingga mencapai rata-rata nasional US$6,23 per galon.

Antonio Moore, seorang pengacara asal California, memperingatkan melalui platform X bahwa keputusan Costco ini bisa menjadi sinyal masalah rantai pasok yang lebih luas. Sebagai toko grosir besar, kebijakan Costco untuk membatasi pembelian barang dalam jumlah banyak (bulk) menandakan gangguan serius di tingkat hulu yang mulai mencapai level konsumen.

Respons Politik

Di sisi lain, Donald Trump berargumen bahwa warga Amerika bersedia menoleransi kenaikan harga sementara demi mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Namun, jajak pendapat menunjukkan sentimen yang berbeda.

Survei dari CBS News/YouGov pada bulan Juni mengungkapkan bahwa 69 persen warga Amerika percaya bahwa konflik dengan Iran tidak sebanding dengan beban biaya ekonomi yang harus mereka tanggung. (The Daily Beast/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |