Dunia Usaha Harap Suahasil Nazara Jaga Kredibilitas Fiskal dan APBN

3 hours ago 7
Dunia Usaha Harap Suahasil Nazara Jaga Kredibilitas Fiskal dan APBN Purbaya Yudhi Sadewa resmi menyerahkan jabatan Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).(MI/Insi)

DUNIA usaha menaruh harapan besar pada penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan untuk menjaga kredibilitas pengelolaan fiskal nasional. Langkah ini dinilai krusial guna memberikan kepastian arah kebijakan ekonomi di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, menyatakan bahwa pengalaman panjang Suahasil di internal Kementerian Keuangan merupakan modal vital. Hal ini diharapkan dapat memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan mulus tanpa memicu perubahan kebijakan yang mendadak.

"Yang paling penting bagi kami adalah agar proses transisi kepemimpinan ini dapat berjalan dengan baik, serta tetap menjaga kredibilitas pengelolaan fiskal," ujar Shinta kepada Media Indonesia, Selasa (15/9).

Kontinuitas dan Kepercayaan Investor

Menurut Shinta, kontinuitas kepemimpinan sangat dibutuhkan untuk mempertahankan kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap stabilitas perekonomian Indonesia. Suahasil dinilai bukan figur baru karena rekam jejaknya sebagai Wakil Menteri Keuangan dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

Dunia usaha menekankan pentingnya stabilitas kebijakan agar sektor riil dapat menyusun rencana bisnis, investasi, dan ekspansi secara lebih terukur. Perubahan kebijakan yang tiba-tiba dikhawatirkan akan mengganggu iklim usaha yang sedang berupaya pulih dan tumbuh.

Harapan Utama Dunia Usaha:

  • Menjaga kredibilitas dan disiplin fiskal (prudent).
  • Menyeimbangkan kesehatan APBN dengan dorongan pertumbuhan ekonomi.
  • Meningkatkan predictability (kepastian) kebijakan perpajakan dan kepabeanan.
  • Membangun ruang dialog yang memadai sebelum menetapkan kebijakan baru.

Tantangan Pengelolaan APBN

Selain menjaga stabilitas, Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Suahasil diharapkan mampu menyeimbangkan kesehatan APBN dengan kebutuhan sektor produktif. APBN harus tetap efektif menopang daya beli masyarakat, investasi, dan produktivitas sektor riil.

"APBN perlu tetap dikelola secara prudent dan berkelanjutan, tetapi juga efektif sebagai instrumen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," tambah Shinta.

Tantangan ke depan dipastikan tidak ringan. Pemerintah dituntut membiayai berbagai prioritas pembangunan nasional sembari menjaga ruang fiskal agar tetap aman. Oleh karena itu, kualitas belanja negara dan efektivitas penerimaan negara menjadi poin yang harus diperhatikan secara serius.

Aspek Kebijakan Harapan Pelaku Usaha
Perpajakan & Cukai Kepastian tarif dan kemudahan administrasi.
Insentif Investasi Tepat sasaran untuk mendorong ekspansi sektor riil.
Komunikasi Publik Dialog terbuka sebelum perubahan regulasi fiskal.

Sebagai informasi, Purbaya Yudhi Sadewa resmi menyerahkan jabatan Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (15/9/2026). Penunjukan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 97 P Tahun 2026 untuk melanjutkan sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024-2029. (Ins/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |