Ilustrasi(Dok Istimewa)
Stadion Louis Armstrong mulai dipadati penonton setengah jam sebelum pukul 14.00. Meski banyak penggemar datang untuk melihat sesi latihan Taylor Fritz dan Terence Atmane, daya tarik utama pada Jumat pekan penggemar US Open tersebut adalah sesi setelahnya. Kibaran warna biru, merah, dan putih di tribun—terlihat pada topi, poster, jersi basket, hingga bendera—menjadi sinyal jelas siapa yang mereka tunggu.
Tahun 2026 telah menjadi tahun bagi Alex Eala. Sensasi berusia 21 tahun ini telah mengguncang dunia tenis. Menempati peringkat 18 dunia, ia adalah petenis Filipina dengan peringkat tertinggi sepanjang sejarah, sekaligus selebritas olahraga terbesar negara itu sejak era Manny Pacquiao. Presiden Filipina bahkan mengadakan resepsi khusus untuk merayakan kesuksesannya dan menyerukan perayaan nasional setelah Eala memenangkan gelar level tur pertamanya di DC Open bulan lalu.
Forbes memperkirakan pendapatan luar lapangan Eala selama setahun terakhir melampaui US$5 juta (sekitar Rp78,5 miliar), ditambah hadiah uang sebesar US$1,7 juta (sekitar Rp26,7 miliar). Agennya memprediksi ia akan menjadi atlet wanita dengan bayaran tertinggi kedua di dunia pada tahun 2027.
Fenomena Global di Flushing Meadows
Jika tahun lalu ia berstatus sebagai pemain yang baru melakukan terobosan, musim panas ini Eala kembali ke New York sebagai bintang sejati. Sebelum nomor tunggal dimulai, Eala hadir di mana-mana. Ia bermain bersama Felix Auger-Aliassime di kejuaraan ganda campuran dan bergabung dengan Serena Williams serta Anna Wintour di Stadion Arthur Ashe untuk acara penghormatan bagi Roger Federer.
Pertandingan pembukanya dijadwalkan pada Selasa malam melawan petenis kualifikasi Amerika Serikat, Mary Stoiana, di Stadion Armstrong yang berkapasitas 14.053 kursi. Harga tiket resale untuk pertandingan tersebut melonjak dua kali lipat menjadi hampir US$400 (sekitar Rp6,2 juta) segera setelah jadwal diumumkan.
Dukungan luar biasa juga terlihat saat sesi latihan. Latihannya bersama Karolina Pliskova memenuhi seluruh sisi tribun bawah stadion. Ia juga sempat berlatih dengan Naomi Osaka dan Carlos Alcaraz di bawah pengawasan Toni Nadal, mantan pelatih Rafael Nadal.
"Saya rasa di atas segalanya adalah rasa syukur," ujar Eala kepada wartawan. "Saya sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh para penggemar saya."
Perjalanan Menuju Puncak
US Open hanyalah pemberhentian terbaru dalam tur dunianya yang luar biasa. Musim semi ini, Eala mencapai babak keempat di Indian Wells dan Miami. Di Wimbledon bulan Juli lalu, ia mengejutkan dunia dengan mengalahkan juara bertahan Iga Świątek dua set langsung di Centre Court. Di DC Open, ia menumbangkan nama-nama besar seperti Elina Svitolina, Naomi Osaka, dan unggulan teratas Jessica Pegula.
Popularitasnya memicu demam tenis di Filipina. Lima surat kabar nasional mengirim tim khusus untuk meliput perjalanannya di Indian Wells. Penyelenggara DC Open menyatakan bahwa lebih dari 80% permintaan tiket turnamen berkaitan dengan kehadiran Eala.
Tumbuh besar di Quezon City, Eala diperkenalkan pada tenis oleh kakeknya di lapangan basket yang dicat ulang. Pada usia 13 tahun, ia pindah untuk berlatih di Rafa Nadal Academy di Spanyol. Setelah memenangkan gelar juara junior putri US Open pada 2022, ia mencetak sejarah tahun lalu sebagai pemain Filipina pertama yang memenangkan pertandingan Grand Slam di era Open setelah mengalahkan Clara Tauson.
Koneksi Budaya dan "Laban Alex"
New York, khususnya wilayah Queens, memiliki komunitas Filipina yang besar dengan populasi sekitar 260.000 jiwa. Lokasi US Open hanya berjarak pendek dengan kereta bawah tanah dari lingkungan yang dikenal sebagai "Little Manila".
Eala membawa identitasnya dengan bangga. Ia mengenakan sepatu khusus dari Nike yang menampilkan skor kemenangannya di DC Open dan logo bunga Sampaguita, simbol nasional Filipina. "Sangat jarang melihat bahasa kami (Tagalog) bersanding dengan bahasa-bahasa indah lainnya di sini. Senang melihat Filipina mendapatkan apresiasi yang layak," katanya merujuk pada seruan "Laban Alex" (Maju Alex) yang sering terdengar di tribun.
Target Rekor Dunia: Eala dijadwalkan menutup tahun ini dengan pertandingan eksibisi di Philippine Arena pada bulan Desember. Jika mencapai target 52.000 penonton, acara ini akan memecahkan rekor penonton tenis terbanyak di dunia yang saat ini dipegang oleh Roger Federer dan Rafael Nadal (51.954 penonton).
Tetap Membumi di Tengah Euforia
Meski ekspektasi publik sangat tinggi, Eala mengakui permainannya belum sempurna. Pukulan forehand kidalnya adalah senjata utama, namun ia merasa servisnya masih perlu diperbaiki. Potensi pertemuan dengan unggulan keempat Coco Gauff di babak keempat menjadi laga yang paling dinantikan oleh publik dan pemegang hak siar.
Di tengah kegilaan media, Eala tetap berusaha rendah hati. Pengalamannya bermain ganda bersama Venus Williams memberinya perspektif baru tentang perjuangan atlet di luar lapangan. "Meskipun ada hal-hal seperti media dan perhatian yang membuat saya menonjol, saya merasa saya hanyalah setetes air di lautan," pungkasnya.

















































