Sering Kentut usai Santap Makanan Sehat? Ternyata Ini Alasan Medisnya

3 hours ago 8
Sering Kentut usai Santap Makanan Sehat? Ternyata Ini Alasan Medisnya ilustrasi(Magnific)

MENGONSUMSI makanan sehat kaya serat seperti kacang-kacangan dan kubis panggang kerap menimbulkan efek samping alami berupa frekuensi kentut yang meningkat. Para ahli nutrisi menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan respons biologis normal dari proses pencernaan yang menyehatkan tubuh.

Meskipun sebagian gas dalam saluran pencernaan terperangkap akibat aktivitas menelan, berbicara, serta makan dan minum, penyebab utama perut kembung dan buang angin berulang berasal dari aktivitas mikroflora atau bakteri yang hidup di usus besar.

Ahli gizi spesialis gangguan makan dan nutrisi kuliner, Christine Byrne, MPH, RD, menjelaskan bahwa serat dan pati yang tidak dapat diserap oleh usus kecil akan diteruskan ke usus besar untuk diproses oleh bakteri probiotik.

“Bakteri probiotik sehat di usus Anda akan memfermentasi serat yang tidak dapat dicerna ini untuk mengonsumsinya, dan gas akan terbentuk dalam proses tersebut,” ujar Christine Byrne dalam siaran Eating Well, Selasa (1/9).

Manfaat Asam Lemak Rantai Pendek bagi Organ Vital

Proses fermentasi serat oleh bakteri usus tidak hanya menghasilkan gas buang. Selama proses tersebut berlangsung, bakteri juga memproduksi senyawa penting berupa asam lemak rantai pendek.

Senyawa ini akan menyebar ke seluruh jaringan tubuh untuk membantu melindungi kesehatan jantung, hati, dan otak, sekaligus mendukung sistem metabolisme dan meredakan peradangan.

Ahli gizi terdaftar Holly Larson, MS, RD, menambahkan bahwa tingkat toleransi serat serta profil bakteri usus setiap individu berbeda-beda. Bagi orang dengan sindrom iritasi usus (Irritable Bowel Syndrome/IBS) atau intoleransi makanan, konsumsi jenis gula atau senyawa tertentu dapat memicu pembentukan gas yang lebih intensif.

“Sama seperti satu galon susu yang basi memiliki tekanan pada botol, fermentasi senyawa di usus kita dapat menyebabkan gas, nyeri, kembung, dan tekanan yang tidak nyaman di perut,” kata Larson.

Kacang-kacangan, gandum, bawang bombai, bawang putih, dan gandum hitam mengandung jenis karbohidrat terfermentasi yang disebut oligosakarida. Kurangnya enzim pemecah di usus kecil membuat karbohidrat ini meluncur ke usus besar untuk difermentasi.

Sementara itu, aroma kentut yang lebih tajam umumnya terjadi setelah mengonsumsi kelompok sayuran cruciferous seperti brokoli, kembang kol, kubis, kale, dan kubis Brussel. Sayuran ini mengandung kombinasi serat, raffinose, serta senyawa sulfur glukosinolat yang menghasilkan manfaat kesehatan sekaligus aroma gas yang menyengat.

Selain itu, kelompok makanan kaya senyawa FODMAP (Fermentable Oligosaccharides, Disaccharides, Monosaccharides, and Polyols) juga menjadi pemicu utama gas dan kembung, terutama bagi penderita sensitivitas pencernaan.

Sumber FODMAP tersebut meliputi karbohidrat oligosakarida, monosakarida pada buah mangga, ara, dan madu, serta poliol atau gula alkohol alami yang terkandung dalam apel, pir, dan buah-buahan berbiji. (Ant/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |