BERHAMBURAN: Warga di Cianjur berhamburan ke luar ruangan saat terjadi gempa dangkal bermagnitudo 4,3 pada Selasa (1/9/2026)(MI/Benny Bastiandi)
EPISENTER gempa bermagnitudo 4,3 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa (1/9) petang berlokasi di Kecamatan Cibeber. Pemerintah kecamatan setempat pun bergerak cepat memantau perkembangan di lapangan.
Camat Cibeber, Ardian Athoillah, mengatakan titik gempa berada di antara perbatasan Desa Kanoman dan Desa Cipetir. Di lokasi itu getarannya dirasakan cukup kuat.
"Jadi, kemarin (Selasa) itu terjadi dua kali gempa. Pertama sekitar pukul 17.53 WIB dengan magnitudo 4,3. Kemudian pada malam terjadi gempa susulan, tapi skalanya kecil," kata Ardian dihubungi Media Indonesia, Rabu (2/9).
Ardian menuturkan, gempa dangkal diakibatkan aktivitas patahan atau sesar. Diduga, patahannya merupakan bagian dari segmen Sesar Cisokan.
"Tapi itu harus dikonfirmasi lagi. Informasinya, yang melintasi Cibeber itu Sesar Cisokan," tuturnya.
Pascagempa, dilaporkan ada dua rumah yang terdampak. Kondisi bangunannya mengalami keretakan.
"Untuk sementara ada dua rumah yang dilaporkan rusak. Tapi lokasinya berada Kampung Pasirmunding Desa Sukaraharja. Tapi kami akan cek dan ricek karena lokasinya cukup berjauhan dari episenter gempa. Malahan di titik gempa sejauh ini dilaporkan belum ada yang terdampak," ucap Ardian.
Unsur Forkopimcam setempat masih melakukan asesmen di lapangan. Selain memantau perkembangan kondisi, juga mendata dampak akibat gempa.
"Kami imbau warga meningkatkan kesiapsiagaan. Jangan panik saat terjadi gempa," pungkasnya. (BB/E-4)

















































