Dukung Kemandirian Pangan, Pesantren Baitul Arqom Perkuat Pertanian dan Peternakan

1 hour ago 6
Dukung Kemandirian Pangan, Pesantren Baitul Arqom Perkuat Pertanian dan Peternakan Pondok Pesantren Baitul Arqom di Balung, Jember, Jawa Timur, memperkuat program pertanian dan peternakan .(Dok.Istimewa)

PONDOK Pesantren Baitul Arqom di Balung, Jember, Jawa Timur, memperkuat program pertanian dan peternakan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana pendidikan bagi para santri dalam mengembangkan keterampilan bercocok tanam dan beternak.

Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom K.H. Izzat Fahd mengatakan, kegiatan pertanian dan peternakan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan internal pesantren, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Para santri di Baitul Arqom tidak hanya dibekali keilmuan agama, tetapi juga dilatih secara langsung untuk bercocok tanam dan beternak. Hasil dari usaha ini dirasakan langsung manfaatnya, salah satunya untuk mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi fokus Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” kata Izzat dalam keterangan pers, Jumat (11/9).

Menurut dia, pengembangan keterampilan pertanian dan peternakan menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pesantren. Santri diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan di bidang keagamaan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan setelah menyelesaikan pendidikan.

Badan Pengelola Penelitian dan Pengembangan Pesantren (BP3) Wakaf dan Amal Usaha Pondok Pesantren Baitul Arqom Muhammad Imaduddin mengatakan, kemandirian ekonomi menjadi salah satu modal pesantren dalam mendukung program pemerintah.

“Pondok Pesantren Baitul Arqom memiliki fondasi yang sangat kuat dalam kemandirian usahanya, baik melalui pengelolaan wakaf maupun potensi unit bisnis pesantren. Kami siap bersinergi dan berkontribusi mendukung program pemerintah demi mewujudkan Indonesia yang berdikari, maju, dan sejahtera,” ujar Imaduddin.

Ia mengatakan, pengembangan usaha produktif di lingkungan pesantren dapat diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan. Model tersebut dinilai dapat dikembangkan oleh lembaga pendidikan maupun komunitas masyarakat lainnya.

Izzat berharap pola kemandirian pangan yang dikembangkan pesantren dapat diterapkan lebih luas. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan kondisi cuaca ekstrem.

“Kami harap sistem kemandirian pangan ala pesantren dapat ditiru dan diikuti oleh lembaga pendidikan dan masyarakat lainnya. Harapannya demi menjaga keamanan pangan kita di tengah naiknya harga sejumlah bahan pokok dan kondisi El Nino yang berkepanjangan,” ujarnya.

Pengembangan pertanian dan peternakan di Pesantren Baitul Arqom selanjutnya diarahkan untuk berjalan beriringan dengan pendidikan keagamaan dan pengelolaan usaha pesantren. Langkah itu diharapkan dapat membentuk ekosistem kemandirian pangan berbasis komunitas sekaligus memperkuat kontribusi pesantren dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (E-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |