Ilustrasi(Dok Istimewa)
Analis politik dan hukum Boni Hargens menilai kehadiran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konsolidasi akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menjadi bukti Polri mengedepankan pendekatan community policing dan paradigma Presisi.
Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) tersebut menegaskan bahwa kehadiran Kapolri bukan sekadar formalitas protokoler, melainkan bentuk kepemimpinan preventif guna menjaga iklim hubungan industrial yang kondusif.
"Kehadiran Kapolri membuktikan keberhasilan kepemimpinan Listyo Sigit dalam mewujudkan community policing, yakni menempatkan masyarakat sipil sebagai mitra strategis, bukan sekadar objek pengamanan," ujar Boni di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Boni menjelaskan, langkah diplomasi dan komunikasi terbuka yang ditunjukkan Kapolri sangat krusial dalam memetakan serta meredam potensi gangguan ketertiban masyarakat, termasuk mengantisipasi eskalasi aksi massa berskala besar yang diisukan bakal terjadi pada akhir September.
Mantan Dewan Pengawas LKBN ANTARA ini menyoroti imbauan Kapolri yang menekankan pentingnya sinergi empat pilar—pemerintah, buruh, pengusaha, dan pengelola kawasan industri—sebagai kunci penyelesaian perselisihan industrial secara damai.
"Alih-alih merespons secara reaktif, Polri memilih hadir lebih awal untuk membangun saluran komunikasi dan menunjukkan niat baik. Ini memberi modal stabilitas sosial-politik yang sangat penting bagi keberhasilan agenda pembangunan pemerintahan Prabowo-Gibran," pungkas Boni. (H-2)















































