Suasana di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten(MI/Sumantri)
BANDARA Soekarno Hatta mendapat pengakuan dari Official Aviation Guide (OAG) Southeast Asia Aviation sebagai bandara kedua tersibuk di Asia Tenggara. Pengakuan tersebut diberikan berdasarkan kapasitas kursi penerbangan terjadwal (scheduled seat capacity), yang mencatat sekitar 3,32 juta kursi atau meningkat 3,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Pencapaian ini mencerminkan tingginya aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sekaligus mempertegas perannya sebagai gerbang utama transportasi udara Indonesia yang menghubungkan berbagai kota di dalam negeri maupun destinasi internasional," kata General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, Jumat (7/8).
Tingginya konektivitas itu, lanjutnya, juga tercermin dari kinerja operasional Bandara Soekarno-Hatta sepanjang Semester I/2026.Dimana sejak Januari Bandara Soekarno.Hatta melayani 25,9 juta penumpang dengan 177.724 pergerakan pesawat. Dari total penumpang tersebut, sambungnya, 17,55 juta merupakan penumpang domestik dan 8,35 juta penumpang internasional.
Saat ini ungkap Heru, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melayani 70 maskapai yang menghubungkan Indonesia dengan 202 destinasi, terdiri atas 130 rute internasional dan 72 rute domestik. Jaringan penerbangan tersebut, imbuhnya, terus memperkuat peran Soekarno-Hatta sebagai simpul konektivitas nasional sekaligus salah satu hub penerbangan terpenting di kawasan.
"Pengakuan dari OAG ini menjadi indikator bahwa Bandara Soekarno-Hatta terus berkembang sebagai bandara yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan konektivitas Indonesia dengan dunia," paparnya.
Namun begitu, tambahnya, capaian itu menjadi tanggung jawab yang semakin besar bagi Bandara Soekarno Hatta untuk memastikan setiap pertumbuhan trafik diikuti dengan peningkatan kapasitas dan kualitas yang baik.
Lebih jauh Heru menjelaskan, saat ini revitalisasi Terminal 1A masih terus berjalan dan akan meningkatkan kapasitas terminal dari sekitar 5,7 juta menjadi 10 juta penumpang per tahun. Di sisi lain, beautifikasi Terminal 3 juga terus dilakukan melalui penataan area check-in, pembaruan boarding lounge, penambahan seating arrangement di area boarding gate, hingga penyempurnaan berbagai fasilitas umum agar penumpang memperoleh pengalaman perjalanan yang semakin nyaman.
Bandara Soekarno-Hatta, katanya, juga akan terus memperluas pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan layanan yang lebih mudah dan efisien. Berbagai inovasi seperti self bag drop, bag tracking layanan keberangkatan berbasis biometrik, hingga digital wayfinding yang terintegrasi dengan aplikasi ponsel telah diterapkan untuk mempermudah proses perjalanan penumpang sejak tiba di bandara hingga menuju pesawat. (H-4)

















































