Diprotes Tumpang Tindih, Trayek Mikrotrans 48 dan Mikrolet M44 Dikaji

4 days ago 17
Diprotes Tumpang Tindih, Trayek Mikrotrans 48 dan Mikrolet M44 Dikaji Pramudi angkutan umum perkotaan Mikrotrans menunggu calon penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (6/1/2026)(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.)

DINAS Perhubungan DKI Jakarta akan mengevaluasi tumpang tindih trayek Mikrotrans 48 dengan Mikrolet M44 setelah menerima aspirasi sopir angkutan kota (angkot) dan pemilik angkutan yang melakukan aksi protes.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Hermawan mengatakan evaluasi dilakukan karena terdapat sejumlah ruas yang dilayani kedua angkutan tersebut.

“Kemarin kami menerima aspirasi dari pengemudi dan pemilik yang tergabung dalam Koperasi Kopamilen. Memang benar antara Stasiun Tebet sampai Karet demand-nya cukup tinggi sehingga TransJakarta hadir memberikan pelayanan tambahan,” ujar Ujang di Balai Kota, Jumat (7/8).

Namun, ia mengakui terdapat sejumlah titik lintasan yang saling bersinggungan.

“Karena ada beberapa titik yang overlap (tumpang tindih), minggu depan kami akan melakukan pertemuan antara pengemudi, koperasi, Dishub, dan Trans-Jakarta untuk mengatur kembali rutenya,” katanya.

Sebelumnya, puluhan sopir angkutan kota (angkot) M44 rute Kampung Melayu–Karet–Tebet menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/8). 

Mereka mendesak Pemprov DKI mengevaluasi trayek JakLingko 48A yang dinilai bertumpang tindih dengan lintasan M44 dan menggerus pendapatan para pengemudi.

Massa yang mengenakan seragam biru dan ikat kepala merah putih sempat berkumpul di pintu keluar Balai Kota. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan, ‘Jangan abaikan nasib ribuan sopir angkot yang butuh kehidupan layak’.

Perwakilan sopir M44, Sanusi, mengatakan kehadiran JakLingko 48A di jalur yang sama membuat jumlah penumpang angkot terus menurun. Kondisi itu, kata dia, berdampak langsung terhadap penghasilan para pengemudi.

“Kami meminta Pemprov DKI mengevaluasi trayek JakLingko 48A karena rutenya bertumpang tindih dengan M44. Penumpang kami terus berkurang sehingga pendapatan sopir ikut turun,” ujarnya ditemui di depan Balai Kota, Kamis (6/8). (H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |