Gedung Putih dan Pentagon Bantah Isu Amunisi Menipis

5 days ago 2
Gedung Putih dan Pentagon Bantah Isu Amunisi Menipis ilustrasi(Centcom)

PRESIDEN Donald Trump meluapkan kemarahannya atas beredarnya laporan yang menyebut Amerika Serikat kekurangan amunisi utama dalam perang melawan Iran. Di tengah dinamika antara Gedung Putih dan Pentagon, Trump mengancam hukuman penjara jangka panjang bagi pejabat yang membocorkan informasi mengenai cadangan senjata militer tersebut.

Melalui platform Truth Social miliknya, Trump mengklaim bahwa AS memiliki amunisi dalam jumlah "sangat besar" dan menegaskan bahwa pasokan tambahan sedang diproduksi serta dikirim ke kawasan tersebut.

"Perusahaan-perusahaan pertahanan sedang membangun pabrik dan fasilitas dalam jumlah terbesar dalam sejarah negara kita," tulis Trump.

Kemarahan Trump mencetuskan perdebatan setelah The Washington Post melaporkan bahwa ia menuntut penjelasan dari Menteri Pertahanan Pete Hegseth terkait dugaan kelangkaan amunisi dalam rapat kabinet di Camp David. Trump dilaporkan merasa menyesal karena percaya masalah tersebut "telah diselesaikan", sementara Hegseth berusaha membela diri.

Merespons laporan tersebut, Trump menuduh media menyebarkan "pernyataan pengkhianatan" dan memperingatkan bahwa pihak yang bertanggung jawab akan ditindak tegas.

"Para 'pembocor' dari pernyataan pengkhianatan ini sedang diburu," tulisnya. "Hukuman penjara jangka panjang akan dijatuhkan!"

The Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump telah memerintahkan penyelidikan atas pengungkapan stok amunisi tersebut. Sementara itu, CNN melaporkan militer AS telah "hampir menghabiskan 80%" stok pencegat Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Penipisan persediaan ini dilaporkan menjadi salah satu pertimbangan Trump membatalkan serangan lanjutan terhadap Iran.

Gedung Putih dan Pentagon Kompak Membantah

Pihak Gedung Putih dan Pentagon bergerak cepat membantah klaim perselisihan internal maupun kelangkaan amunisi. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan laporan mengenai perdebatan di Camp David adalah berita bohong.

"Saya berada di Camp David bersama Presiden Trump dan Menteri Hegseth. Hal ini secara harfiah tidak pernah terjadi," tulis Leavitt di X, sembari menambahkan bahwa presiden sangat menyukai kinerja Hegseth.

Senada dengan Gedung Putih, Kepala Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell, menepis laporan perselisihan antara Trump dan Hegseth serta kabar kekurangan senjata sebagai hal yang "sama-sama fiktif."

"Menteri Hegseth tidak akan pergi ke mana pun dan dia akan terus bekerja berdampingan dengan Wakil Menteri Feinberg untuk menjalankan agenda Presiden Trump, memperkuat basis industri pertahanan Amerika, dan memastikan para prajurit kita memiliki setiap kemampuan yang mereka butuhkan untuk mencegah dan mengalahkan musuh mana pun," tegas Parnell.

Trump pun secara pribadi kembali menegaskan dukungannya terhadap pimpinan Pentagon tersebut. "Saya sangat senang dengan pekerjaan yang dilakukan Pete Hegseth," tulis Trump di media sosial, sembari menuding media menyebarkan rumor palsu dan tidak berdasar. (The Guardian/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |