Inter vs Udinese : Klasemen Serie A dan Respons Chivu

7 hours ago 1
 Klasemen Serie A dan Respons Chivu Inter Milan vs Udinese di Serie A(Instagram/@inter)

PELATIH Inter Milan Cristian Chivu menerima risiko dari permainan agresif timnya setelah pertandingan Inter vs Udinese 5-3 pada lanjutan Serie A di San Siro, Selasa (15/9) dini hari WIB. Menurutnya, dengan tuntutan intensitas tinggi meski konsekuensinya membuat tim lebih mudah kebobolan dan rapuh di pertahanan.

Kemenangan atas Udinese menjadi comeback kedua Inter setelah mereka kembali tertinggal 0-2 di kandang. 

"Ini adalah kualitas kami dan apa yang kami tahu bagaimana melakukannya. Kami bisa mencetak banyak gol dan mempertahankan level permainan yang tinggi," kata Chivu kepada Sky Sport Italia.

Inter kebobolan dua gol dalam 16 menit pertama sebelum membalikkan keadaan. Carlos Augusto dan Nicolo Barella menyamakan skor sebelum Marcus Thuram membawa tuan rumah berbalik unggul. Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny kemudian memperbesar keunggulan Inter.

Chivu menilai timnya kehilangan energi pada awal laga, terutama setelah menjalani pertandingan Liga Champions melawan Real Madrid pada pertengahan pekan. Kondisi tersebut dimanfaatkan Udinese untuk menekan Inter.

"Pada 25 menit pertama, kami mencoba melakukan beberapa hal tanpa energi yang tepat. Udinese bermain bagus dan mampu memanfaatkan sikap kami. Namun, kami bereaksi dengan baik," kata Chivu.

"Kami tetap berada dalam pertandingan dan tidak ingin kalah. Saya senang dengan reaksi itu. Tetapi, saya juga harus menganalisis apa yang tidak berjalan dan apa yang mungkin gagal saya sampaikan kepada tim," imbuhnya.

Produktivitas menjadi salah satu kekuatan utama Inter pada awal musim. Nerazzurri telah mencetak 14 gol dalam empat pertandingan Serie A dan menjadi tim tersubur di kompetisi tersebut.

Namun, catatan pertahanan mereka masih menjadi pekerjaan rumah. Inter seakan rapuh telah kemasukan delapan gol dalam empat pertandingan.

"Kalau saya mengatakan tidak khawatir, berarti saya bukan pelatih. Ini sepak bola modern dengan intensitas yang tinggi. Lawan berani menghadapi kami dan saya menyukai cara bermain seperti itu, meski memang ada risiko yang harus diambil," ujar Chivu.

Pelatih asal Rumania itu menyoroti proses gol penyama kedudukan menjadi 2-2 sebagai gambaran permainan yang ingin diterapkannya. Inter merebut kembali bola dengan cepat sebelum membangun serangan yang berujung gol.

"Saya menyukai gol 2-2 yang diawali dengan perebutan bola secara cepat. Kami tidak sempurna. Kami tahu masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan ada sejumlah area yang perlu diperbaiki," tuturnya.

Klasemen Inter vs Udinese

Dengan poin penuh, Inter Milan semakin kokoh di tiga besar klasemen sementara Serie A.

Roma berada di peringkat pertama dengan 12 poin menyusul empat kemenangan dari empat pertandingan musim ini. Di posisi kedua klasemen Serie A, Inter menyusul dengan poin sama tetapi selisih koleksi gol. 

Sedangkan di posisi ketiga, Como dengan total sejauh ini mendapat 10 poin berkat tiga kemenangan dan satu hasil imbang dalam empat pertandingan. (H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |