ANGGOTA Komisi I DPR RI Junico Siahaan (Nico Siahaan).(Dok. MI/Moh Irfan)
ANGGOTA Komisi I DPR RI Junico Siahaan (Nico Siahaan) menyampaikan keprihatinan mendalam atas hilangnya lima jurnalis yang tengah melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Junico menekankan bahwa insiden jurnalis hilang ini menjadi pengingat betapa berat dan berisikonya tugas pers di lapangan.
Sebagai sosok yang memiliki latar belakang panjang di dunia media dan penyiaran, Junico menjelaskan bahwa setiap informasi atau tayangan yang dinikmati masyarakat merupakan hasil kerja keras yang penuh risiko.
"Di balik setiap gambar yang sampai kepada publik, ada kru yang bekerja, menghadapi risiko, dan memiliki keluarga yang menunggu mereka pulang," ujar Junico dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Dorong Optimalisasi Pencarian
Junico berharap operasi pencarian yang tengah berlangsung dapat berjalan lancar dan seluruh rombongan ditemukan dalam keadaan selamat. Ia mendorong tim SAR gabungan serta pemerintah untuk mengoptimalkan segala sumber daya dengan memadukan informasi teknis dan lapangan.
Data yang perlu disinergikan meliputi posisi terakhir, jejak komunikasi, kondisi arus, cuaca, hingga keterangan dari keluarga, rekan kerja, operator kapal, serta masyarakat di sekitar Selat Sunda. "Setiap petunjuk mengenai kemungkinan lokasi mereka, termasuk permintaan pencarian di sekitar Pulau Sertung, perlu diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh tim SAR sesuai penilaian operasi," tegasnya.
Pendampingan Keluarga dan Peran Media
Selain teknis pencarian, Junico meminta pemerintah menunjuk satu penghubung resmi (liaison officer) untuk mendampingi keluarga korban. Hal ini penting agar perkembangan pencarian, kendala operasi, dan rencana selanjutnya dapat disampaikan secara berkala dengan bahasa yang jelas dan penuh empati.
Ia juga mengingatkan perusahaan media tempat para jurnalis bekerja untuk terlibat aktif. "Perusahaan media perlu dilibatkan agar tanggung jawab terhadap pekerja dan keluarganya dapat dipenuhi secara utuh," tambahnya.
Dukungan Udara Helikopter Dauphin
Secara terpisah, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten telah meningkatkan intensitas operasi dengan menerjunkan Helikopter Dauphin AS365 N3+ bernomor registrasi HR-3604. Dukungan udara ini difokuskan untuk memantau wilayah perairan Selat Sunda dan area sekitar Gunung Anak Krakatau.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa helikopter tersebut membawa tujuh personel untuk memperkuat pemantauan dari udara. Rute penerbangan mencakup titik-titik krusial mulai dari Pantai Carita hingga koordinat terakhir yang diketahui.
Daftar Jurnalis yang Hilang Kontak:
- M. Bagus Khoirunnas (ANTARA)
- Ari Basuki (Merdeka)
- Yudhis (iNews)
- Daus (Anadolu)
- Donal Husni (Freelance)
Selain kelima jurnalis tersebut, terdapat tiga kru kapal yang juga berada di dalam kapal cepat saat kejadian berlangsung. (Ant/H-3)















































