ANGGOTA DPR RI Mahfudz Abdurrahman.(Dok. Fraksi PKS)
ANGGOTA DPR RI Mahfudz Abdurrahman meminta pemerintah melalui Basarnas, TNI, dan Polri untuk mengerahkan segala sumber daya yang tersedia dalam operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda saat akan meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Mahfudz menegaskan bahwa optimalisasi pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda tersebut sangat krusial mengingat kondisi lapangan yang menantang. "Pencarian perlu terus dioptimalkan sesuai dengan kondisi di lapangan. Seluruh sumber daya dan sarana yang tersedia perlu dikerahkan secara maksimal agar proses pencarian dapat berjalan secepat dan seefektif mungkin," ujar Mahfudz di Jakarta, Kamis (10/9).
Dalam kesempatan tersebut, Mahfudz menyampaikan apresiasi terhadap tim SAR gabungan yang telah berupaya keras dalam melakukan pencarian seluruh penumpang di kapal yang hilang tersebut. Ia juga menyampaikan keprihatinan mendalam dan berharap seluruh rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, ia juga mengingatkan agar faktor keselamatan personel SAR tetap menjadi perhatian utama selama operasi berlangsung.
"Saya turut prihatin dan mendoakan semoga seluruh jurnalis dan anggota rombongan yang hilang dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kita berharap seluruh ikhtiar tim SAR membuahkan hasil secepatnya," tambahnya sembari memberikan apresiasi kepada tim gabungan yang terus bekerja di lapangan.
Sebagai informasi, tiga kru kapal dan lima jurnalis hilang kontak sejak Senin (7/9). Kelima jurnalis tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA Biro Banten), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Kantor Berita Anadolu), dan Donal Husni (jurnalis lepas).
Untuk memperkuat operasi pencarian, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten telah menerjunkan Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604. Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa dukungan udara ini difokuskan untuk memantau wilayah perairan Selat Sunda dan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Helikopter tersebut dilaporkan telah bertolak dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) menuju sejumlah titik pantau, termasuk Pantai Carita dan area BPBD Banten, guna memaksimalkan jangkauan visual dari udara dalam upaya menemukan para korban. (Ant/H-3)















































