Kabut Asap Karhutla, 11.370 Warga Riau Terserang ISPA Selama Dua Pekan September

1 hour ago 5
Kabut Asap Karhutla, 11.370 Warga Riau Terserang ISPA Selama Dua Pekan September Ilustrasi(Antara)

DINAS Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau mencatat terjadi peningkatan penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), selama kurun waktu dua pekan di awal September. Sejak 1 hingga 14 September, total masyarakat yang terserang ISPA mencapai 11.370 orang. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli mengatakan, terjadinya peningkatan kasus penderita ISPA di Riau tersebut diduga akibat kabut asap yang melanda Riau karena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

“Total penderita ISPA di Riau selama periode 1-14 September tercatat sebanyak 11.370 kasus,” ujarnya, Kamis (17/9).

Meski terjadi lonjakan signifikan, fasilitas kesehatan di daerah terdampak masih sanggup menampung dan melayani para pasien secara maksimal.

Untuk menekan dampak buruk ledakan ISPA, Dinkes Riau terus menggalakkan pembagian masker gratis dan kampanye edukasi kesehatan ke masyarakat.

“Pemerintah daerah menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, dan menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas. Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak,” jelasnya.

Dinkes Riau juga mendirikan tenda posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk penanganan kritis. Langkah darurat itu melibatkan akademisi perguruan tinggi serta organisasi profesi kesehatan untuk mendistribusikan masker kepada para pengguna jalan.

Ia juga mengimbau untuk meningkatkan deteksi dini dengan mendorong masyarakat yang mengalami gejala untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Kita juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan, khususnya terhadap populasi rentan seperti anak, ibu hamil, orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, dan lanjut usia," jelasnya.

Selain itu juga perlu tindakan memastikan ketersediaan masker dalam melindungi diri dari polusi udara.

"Tenaga kesehatan kita di faskes kita minta untuk segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit, dan asma ke dinas kesehatan kabupaten/kota," pungkasnya.(RK/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |