Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin dan Founder PT Sagu Cooker Indonesia, Aurora Bellatrix Dakka.(Dok.Istimewa)
KETUA DPD RI Sultan B. Najamudin mendukung pengembangan Sagu Cooker, inovasi teknologi karya anak bangsa yang dirancang untuk mempermudah pengolahan sagu sebagai pangan pokok. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima Founder PT Sagu Cooker Indonesia, Aurora Bellatrix Dakka, di Gedung DPD RI, Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Aurora memperkenalkan Sagu Cooker, alat yang mampu mengolah sagu basah maupun sagu kering menjadi berbagai makanan pokok berbahan sagu, seperti papeda, kapurung, sinonggi, dan pugalu, secara lebih praktis, higienis, dan konsisten.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pemanfaatan sagu sebagai komoditas strategis nasional. Sebelumnya, Aurora juga telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Papua mengenai pengembangan sagu sebagai salah satu penopang ketahanan pangan.
Sultan mengapresiasi lahirnya inovasi tersebut dan menilai pengembangan teknologi berbasis pangan lokal perlu mendapat dukungan luas.
"Kalau nasi itu rice cooker, kalau ini Sagu Cooker. Sagu basah maupun sagu kering bisa diolah menjadi makanan pokok seperti papeda, kapurung, sinonggi maupun pugalu. Kita harus dukung, harus dukung karya anak bangsa kita," ujar Sultan.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memberikan ruang bagi lahirnya inovasi dari generasi muda Indonesia. "Masih banyak ribuan, ratusan ribu, bahkan jutaan anak-anak muda Indonesia yang memiliki ide, gagasan, dan inovasi kreatif untuk memajukan Indonesia melalui teknologi, pengembangan usaha, maupun sains. Dukung terus kemajuan dan inovasi karya anak bangsa," katanya.
DORONGAN UNTUK BERINOVASI
Sementara itu, Founder PT Sagu Cooker Indonesia, Aurora Bellatrix Dakka, mengatakan apresiasi dari Ketua DPD RI menjadi dorongan untuk terus mengembangkan inovasi berbasis potensi pangan lokal.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya sagu yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat diversifikasi pangan nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat penghasil sagu.
"Sagu merupakan salah satu warisan pangan Nusantara yang memiliki potensi besar dalam mendukung diversifikasi pangan nasional. Melalui Sagu Cooker, kami ingin menghadirkan teknologi yang memudahkan masyarakat mengolah sagu basah maupun sagu kering menjadi makanan pokok tradisional tanpa menghilangkan nilai budaya yang telah diwariskan turun-temurun," ujar Aurora.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem inovasi yang mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.
Aurora menjelaskan, pengembangan Sagu Cooker telah mendapat perhatian dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Provinsi Papua, hingga kini memperoleh apresiasi dari Ketua DPD RI. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat hilirisasi komoditas sagu dan memperluas pemanfaatannya sebagai salah satu alternatif pangan nasional.
Sebagai negara dengan potensi sagu yang besar, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk menjadikan komoditas tersebut sebagai salah satu pilar diversifikasi pangan. Kehadiran inovasi seperti Sagu Cooker diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi sagu, membuka peluang usaha baru, serta mendukung penguatan ketahanan pangan melalui optimalisasi sumber daya lokal. (E-2)

















































