Direktur Eksekutif Badan Pekerja MMS Andri Perkasa Kantaprawira(ISTIMEWA)
BERBAGAI kegiatan dan forum pemikiran Majelis Musyawarah Sunda (MMS) banyak berlangsung di Kota Bandung. Kini MMS membawa semangat tersebut ke Jakarta.
Pertemuan MMS kali ini akan menjadi ruang silaturahmi sekaligus pertemuan para tokoh Sunda dari berbagai latar belakang.
Bertepatan dengan rangkaian Milangkala Kadua atau ulang tahun kedua, MMS menggelar Pasamoan Inohong Sunda di Gedung IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Lantai 3, Jalan Salemba Raya No 6, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8), mulai pukul 08.30 WIB.
Direktur Eksekutif Badan Pekerja MMS Andri Perkasa Kantaprawira mengatakan, kegiatan di Jakarta menjadi kelanjutan berbagai aktivitas MMS yang sebelumnya banyak diselenggarakan di Bandung.
Sepanjang perjalanannya, MMS mengembangkan forum yang mempertemukan tokoh, akademisi, budayawan, profesional, hingga berbagai elemen masyarakat untuk mendiskusikan persoalan kebudayaan, sosial, lingkungan, ekonomi, dan kebangsaan.
"Dalam papagon MMS sendiri ditegaskan bahwa MMS merupakan forum atau wadah berkumpulnya urang Sunda dan organisasi kesundaan untuk memusyawarahkan berbagai persoalan yang dinilai penting bagi hirup-huripna Sunda sekaligus kejayaan bangsa," katanya.
Pasamoan tersebut menghadirkan jajaran Pinisepuh Pamangku Sunda, di antaranya Dr. (H.C.) Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A.; Laks. TNI (Purn.) Dr. H.R.M. Ade Supandi, S.E., M.A.P.; Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA.; Komjen Pol. (Purn.) Drs. Taufiequrachman Ruki, S.H.; H. Zainudin, S.H., M.H. (Bang Oding); Dr. (H.C.) Hj. Halimah Munawir; Dindin S. Maolani, S.H.; Drs. H. Nu'man Abdul Hakim; Sri Radya H.R. Ikik Lukman Soemadisoeria; Dr. Ernawan S. Koesoemaatmadja, M.Psi., MBA.; Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, S.E., M.S., DEA.; Prof. Dr. Ir. H. Agus Pakpahan, M.S.; serta Ir. H. Ayi Hambali.
Sejumlah tokoh lainnya turut tercantum dalam jajaran Ngiring Ngulem, yakni Komjen (Purn.) Drs. H. Adang Daradjatun; Komjen (Purn.) Dr. Drs. H. M. Iriawan, S.H., M.M., M.H.; Ir. Mohammad Jumhur Hidayat, M.Si.; Komjen (Purn.) Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M.; Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU; dan Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si.
Salah satu rangkaian kegiatan sebelumnya berlangsung di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung. MMS menghadirkan tokoh pendidikan nasional sekaligus Pinisepuh MMS Yudi Latif dalam diskusi mengenai Pancasila, persatuan, dan keadilan.
MEMPERLUAS JEJARING SILATURAHMI
Kini, melalui Pasamoan Inohong Sunda di Jakarta, ruang perjumpaan tersebut diperluas. Jakarta dipilih sebagai salah satu titik penting karena banyak tokoh Sunda yang berkiprah di tingkat nasional dalam beragam bidang, mulai dari pemerintahan, akademik, profesional, sosial, budaya hingga pengabdian kemasyarakatan.
Andri melanjutkan, Pasamoan di Jakarta bukan dimaksudkan memindahkan orientasi MMS dari Tatar Sunda, melainkan memperluas jejaring silaturahmi dan ruang kontribusi urang Sunda.
“Selama ini banyak kegiatan MMS berlangsung di Bandung dan Jawa Barat. Pada Milangkala Kadua ini kami ingin memperluas silaturahmi dengan mendatangi Jakarta, tempat banyak inohong Sunda berkarya dan memberikan kontribusi pada level nasional. Semangatnya tetap sama, yakni ngarawat duduluran, ngukuhkeun jatidiri Sunda, sarta ngawangun darma Sunda pikeun Nusantara,” tandasnya.
Memasuki usia dua tahun, MMS juga menegaskan orientasinya untuk berkembang sebagai ruang bersama, bukan sekadar menjadi lembaga yang dikenal publik.
Dalam publikasi resminya, MMS menyebut pentingnya membangun gerakan yang dipercaya, dirasakan sebagai milik bersama, dan mempunyai akar sosial yang kuat.
“Bandung dan Jawa Barat tetap menjadi rumah penting bagi gerakan kesundaan. Tetapi urang Sunda ada dan berkarya di berbagai tempat. Karena itu, setelah Bandung, Jakarta menjadi bagian dari ikhtiar memperluas duduluran. Ke depan, semangat yang sama diharapkan dapat terus menjangkau urang Sunda di berbagai daerah,” tandas Andri.

















































