Museum Bahasa Nasional segera Dibangun di Pulau Penyengat

4 days ago 16
Museum Bahasa Nasional segera Dibangun di Pulau Penyengat Kawasan cagar budaya Pulau Penyengat di Tanjungpinang. Pemprov Kepri segera membangun Museum dan Monumen Bahasa Nasional.(MI/Hendri Kremer)

PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) segera membangun Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari percepatan penataan kawasan cagar budaya melalui program Penyengat Bedelau sekaligus memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah lahirnya bahasa Indonesia.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan museum yang mengusung konsep open museum itu akan dibangun secara bertahap melalui skema multiyears hingga akhir 2027. Museum dan monumen tersebut ditargetkan diresmikan pada 2028, bertepatan dengan peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda.

Menurut dia, pembangunan museum itu menjadi bentuk penghormatan terhadap peran besar Pulau Penyengat dalam perkembangan bahasa Melayu yang kemudian menjadi cikal bakal bahasa Indonesia.

"Pulau Penyengat merupakan pusat peradaban Melayu yang menyimpan jejak penting lahirnya identitas kebangsaan. Di pulau inilah pemikiran Raja Ali Haji berkembang dan menjadi fondasi perkembangan bahasa Melayu modern sebagai cikal bakal bahasa Indonesia," katanya ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (7/8).

Selain menyiapkan pembangunan museum, Pemprov Kepri terus mempercepat penataan kawasan Pulau Penyengat melalui program Penyengat Bedelau. Hingga Agustus 2026, berbagai pekerjaan telah diselesaikan, mulai dari revitalisasi jaringan jalan, drainase, penerangan kawasan, penataan permukiman warga, hingga pembangunan fasilitas pendukung di kawasan situs bersejarah.

Pemerintah Provinsi Kepri juga menggandeng sejumlah kementerian untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Kebudayaan, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Dia menegaskan, penataan Pulau Penyengat tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian warisan sejarah dan budaya Melayu, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya yang mampu menggerakkan sektor pariwisata serta meningkatkan peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia optimistis pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional akan menjadi ikon baru Pulau Penyengat sekaligus memperkuat identitas Kepulauan Riau sebagai daerah yang memiliki kontribusi besar terhadap lahirnya bahasa Indonesia.

"Dengan penataan yang berkelanjutan, Pulau Penyengat diharapkan semakin dikenal sebagai pusat peradaban Melayu dan destinasi wisata budaya bertaraf nasional," ujarnya. (HK/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |