Pengerjaan pengerukan Sungai Cikeruh di Kabupaten Bandung.((Dok. Diskominfo Pemkab Bandung))
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung terus memperkuat upaya penanganan banjir melalui program Pentahelix dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, pemerintah desa, TNI-Polri. Dunia usaha hingga masyarakat.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Sungai Cikeruh di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang. Bupati Bandung, Dadang Supriatna melakukan monitoring dan peninjauan langsung kegiatan normalisasi sungai tersebut pada Jumat (7/8).
Menurut bupati, program Pentahelix menjadi salah satu langkah konkret Pemkab Bandung dalam menangani persoalan sedimentasi sungai dan mengurangi risiko banjir di sejumlah wilayah. Sedimentasi yang terdapat di sejumlah aliran sungai di Kabupaten Bandung masih cukup tinggi. Bahkan, berdasarkan hasil pemetaan, kebutuhan pengerukan sedimentasi mencapai sekitar 10 juta meter kubik. Ini bukan sedikit, dibutuhkan alat berat, termasuk operasional dan sebagainya.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum yang telah mendukung pelaksanaan program Pentahelix. Namun, melihat besarnya kebutuhan pengerukan, KDS berharap dukungan anggaran dan peralatan dari pemerintah pusat dapat terus ditingkatkan," tuturnya.
Selain dukungan pemerintah pusat, ia juga meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov )Jawa Barat (Jabar), melalui perangkat daerah terkait untuk turut memperkuat program tersebut. Sebab Pemkab Bandung tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan banjir. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan menyeluruh.
Kita sudah menggerakkan program Pentahelix. Ada 12 kecamatan yang kita masukkan ke dalam program Pentahelix. Saya minta PSDA juga turun tangan untuk terus membantu program ini. Dan musim kemarau menjadi momentum penting untuk mempercepat pengerukan sungai dan anak-anak Sungai Citarum," benernya.
Bupati menambahkan, dalam pelaksanaannya, program Pentahelix telah menyasar 12 kecamatan secara serentak. Sejumlah lokasi bahkan telah menyelesaikan pekerjaan normalisasi, di antaranya wilayah Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, dan Sungai Cisungalah.
Selain normalisasi sungai, Pemkab Bandung juga menyiapkan langkah penanganan banjir melalui pembangunan dua titik danau atau tampungan air di wilayah Tegalluar dan Sukamukti. KDS menyebut, desain teknis atau DED untuk pembangunan tersebut telah disiapkan BBWS. Pembangunan tampungan air tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengurangi risiko banjir, tetapi juga memiliki fungsi strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
"Program tersebut akan dikolaborasikan dengan berbagai program pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum. Ini salah satu program terobosan untuk terus menjaga ketahanan pangan dan juga menstabilkan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Bandung,” tandasnya.
Ajak Dunia Usaha
Dadang secara khusus mengajak para pelaku usaha di Kabupaten Bandung untuk ikut berpartisipasi dalam program penanganan banjir. Karena persoalan banjir bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh unsur masyarakat, termasuk dunia usaha.
Dadang mengatakan, keterlibatan dunia usaha juga memiliki kepentingan langsung karena banjir dapat menimbulkan dampak terhadap aktivitas perekonomian, termasuk menghambat mobilitas pekerja dan kegiatan perusahaan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk bersama-sama mengawal dan mendukung upaya penanganan banjir secara bertahap.
Upaya normalisasi Sungai Cikeruh ini juga mendapat respons positif dari masyarakat Desa Tegalluar. Salah seorang warga RW 7 Desa Tegalluar, Apa Endang (55), mengatakan, wilayahnya selama ini menjadi salah satu kawasan yang kerap terdampak banjir ketika hujan turun.
"Harapannya ulah banjir weh (jangan banjir lagi), Pak. Biasana mah banjir wae, ageung wae palih dieu teh unggal hujan. Saya bersyukur dengan adanya pengerukan Sungai Cikeruh dan berharap kegiatan tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar," pungkasnya. (AN/P-3)

















































