Pemusnahan barang bukti tindak pidana kejahatan oleh Polda Jabar di Mapolda Jabar, Bandung, Jumat (7/8)(MI/Bayu Anggoro)
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Barat memperlihatkan sejumlah barang bukti hasil penindakan kejahatan dan menawarkan pengawalan bagi masyarakat. Pengungkapan hasil kolaborasi lintas instansi bersama TNI, pemerintah daerah, dan lainnya ini dilakukan di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Jumat (7/8).
Kapolda Jawa Barat Irjen. Pipit Rismanto menjelaskan, penindakan ini dilakukan menindaklanjuti bentuk keresahan masyarakat, mulai dari kejahatan jalanan hingga peredaran barang haram.
Kapolda merinci sebanyak 352 kasus kejahatan jalanan dengan 413 orang sebagai pelaku. Dalam paparannya, Pipit menyebut anggotanya telah menyita 1.016 unit kendaraan roda dua dan 12 unit kendaraan roda empat sebagai barang bukti.
Tak hanya itu, petugas juga menyita tiga pucuk senjata api serta ratusan senjata tajam dari berbagai lokasi penindakan. Polda Jabar, kata dia, berhasil mengungkap kasus narkoba dan obat keras tertentu yang mencakup barang bukti berupa 1.718 gram sabu, 2.917 gram ganja, 612 butir ekstasi, 618,86 gram tembakau sintetis, 822 butir psikotropika, serta sekitar 2,72 juta butir obat keras tertentu seperti Tramadol.
"Sekitar 25 ribu botol minuman keras berbagai merk turut disita dari berbagai razia," katanya.
Tak hanya itu, pihaknya juga merampas 9.124 unit kenalpot tidak standard melalui penindakan di jalan maupun penyerahan secara sukarela dari masyarakat.
"Dari semua langkah tegas ini diperkirakan mampu menyelamatkan jutaan jiwa dari penyalahgunaan barang berbahaya dengan nilai total barang bukti mencapai lebih dari Rp20 miliar," katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Polri bersama TNI mengerahkan tim unit reaksi cepat untuk mengantisipasi potensi kejahatan lanjutan seperti premanisme, begal, dan pencurian kendaraan bermotor. Patroli intensif digencarkan khususnya di kawasan pemukiman warga pada saat jam-jam rawan.
"Kami juga bersama stakeholder terkait menyiapkan layanan pengawalan kepulangan malam gratis bagi masyarakat yang merasa khawatir atau membutuhkan pengamanan saat beraktivitas pada malam hari," katanya.
Langkah preventif ini, sambungnya, diiringi dengan dorongan peningkatan infrastruktur keamanan lingkungan, seperti optimalisasi pos siskamling, pemasangan kamera pengawas (CCTV) yang aktif, serta perbaikan fasilitas penerangan jalan umum berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
"Kami berkomitmen untuk terus bekerja secara adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Jawa Barat agar tetap aman, nyaman, dan kondusif," katanya. (H-4)

















































