Polisi Belum Temukan Potongan Kaki Kusnaefi Korban Mutilasi di Depok

4 days ago 1
Polisi Belum Temukan Potongan Kaki Kusnaefi Korban Mutilasi di Depok Potongan tubuh berupa kaki korban mutilasi di Depok dibuang di aliran Kali Licin, Jalan Pitara, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, (23/7).(MI/Kisar Rajagukguk)

TIM gabungan dari Kepolisian masih belum menemukan potongan kaki korban pembunuhan dan mutilasi bernama Kusnaefi, 51, yang dibuang oleh tersangka Saiful, 26, di aliran Kali Licin, Jalan Pitara, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, (23/7).

Pencarian potongan tubuh korban mutilasi tersebut untuk kepentingan penyidikan. Tim menghadapi kendala yakni adanya perbedaan waktu pembuangan dan penemuan jasad. Berdasarkan keterangan kepolisian, potongan kaki Kusnaefi dibuang 23 Juli 2026. Sedangkan jasadnya ditemukan pada 4 Agustus 2026.

Dalam pantauan dilokasi, Jumat (7/8/2026) pagi hingga siang, tampak tim gabungan  menyisir aliran Kali Licin yang mengaliri kawasan utama di Pancoran Mas, yang berbatasan langsung dengan wilayah Kodim, Jalan Pramuka, Kelurahan Cipayung, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Cipayung.

Tim gabungan Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Polres Metro Depok, Polsek Pancoran Mas bersama Unit K9 Ditpolsatwa Baharkam Polri mengerahkan dua ekor anjing pelacak untuk menyisir Kali Licin, Pancoran Mas, Kota Depok, guna mencari potongan korban mutilasi Kusnaefi dari pagi hingga siang. 

Tersangka dihadirkan dan dikawal ketat dilokasi untuk menunjukkan titik pembuangan. Satgas Sumber Daya Air PUPR dan DPKP turut membantu mengangkut tumpukan sampah di aliran kali.

Namun pencarian terkendala rentang waktu antara pembunuhan pada 23 Juli 2026 dan penemuan Jasad pada 4 Agustus 2026, serta arus deras akibat hujan yang diduga membawa bagian tubuh tersebut hanyut.

"Satuan Tugas Sumber Daya Air (Satgas SDA) bersama DPKP, Tim Resmob Polda Metro Jaya, Polres Metro Depok dan Polsek Pancoran Mas dan anjing pelacak K9  belum menemukan potongan kaki korban mutilasi tersangka Saepul karena terkendala arus sungai yang deras akibat hujan serta tumpukan sampah, " Kata Miming, Satgas Air PUPR Kota Depok, Jumat (7/8/2026).

Miming menduga jasad korban sudah terbawa arus ke aliran air yang dibagian hilir. Hal ini karena terdapat jeda waktu sekitar satu minggu lebih disertai hujan deras yang membuat arus kali  kencang dan kubangan air dipenuhi tumpukan sampah.

" Kecil kemungkinan potongan kaki  masih di tempat awal pembuangan sebagaimana pengakuan tersangka bagian kaki dibuang sejak 23 Juli 2026, " katanya.

Aliran Kali Licin di Kota Depok mengalir dari wilayah hulu di Bogor dan Citayam, melintasi kawasan Pancoran Mas (Mampang dan Pitara), hingga akhirnya mengalir ke arah Jakarta.

 "Rute aliran Kali Licin berasal dari kiriman air wilayah Bogor dan Citayam melewati Mampang, Sawangan, hingga Pitara Kota Depok serta  berakhir di sistem aliran Kali Krukut menuju wilayah Jakarta, " ujarnya. (H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |