Sultan HB X Minta Perluasan Jalan Penghubung Tol Solo-Yogya ke Gunungkidul

5 days ago 2
Sultan HB X Minta Perluasan Jalan Penghubung Tol Solo-Yogya ke Gunungkidul Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri) bersama Permaisuri GKR Hemas (kanan).(Antara)

GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan pentingnya perluasan jalan penghubung dari akses jalan tol menuju kawasan Gunungkidul. Hal ini menyusul pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo yang kini hampir rampung, khususnya pada segmen yang mendekati wilayah Bokoharjo.

Menurut Sri Sultan, koridor menuju Bokoharjo memiliki peran strategis karena menjadi pintu masuk menuju sedikitnya 11 objek wisata populer, seperti Tebing Breksi, Candi Ijo, hingga Gunung Api Purba Nglanggeran. Meski saat ini akses jalan sudah memadai untuk kendaraan pribadi, kondisinya dinilai belum ideal bagi kendaraan besar.

"Kalau kendaraan sedan tidak ada masalah karena memang jalannya sudah ada. Tetapi kalau bus masih agak sulit untuk masuk. Papasan kendaraan juga menjadi persoalan," ujar Sri Sultan usai bertemu Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, Kamis (6/8).

Tantangan Anggaran dan Status Jalan

Sri Sultan menjelaskan bahwa peningkatan kualitas jalan ini terbentur pada status kewenangan jalan yang saat ini masih berstatus jalan kabupaten. Jika ditingkatkan menjadi jalan provinsi, pembiayaan pembangunan dan pemeliharaan akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah DIY.

Namun, keterbatasan fiskal dan pengurangan anggaran menjadi kendala utama. "Kondisi pengurangan anggaran ini menimbulkan persoalan-persoalan baru dalam menentukan arah pembangunan. Bantuan yang mestinya sudah keluar dari APBN untuk infrastruktur sampai sekarang juga belum keluar," ungkapnya.

Ia menegaskan, pembangunan jalan menuju destinasi wisata sangat krusial agar keberadaan jalan tol memberikan dampak ekonomi yang optimal. Tanpa akses yang memadai bagi bus wisata, potensi ekonomi dari sektor pariwisata tidak akan terserap maksimal. "Kalau tidak ada perluasan jalan menuju objek wisata, akhirnya ya percuma," tegas Sultan.

Progres Konektivitas Bokoharjo

Saat ini, pembangunan akses menuju Bokoharjo masih menyisakan pekerjaan rumah sepanjang 1,1 kilometer dari total kebutuhan tiga kilometer. Sri Sultan berharap sisa pembangunan ini segera diselesaikan agar konektivitas menuju jalan tol benar-benar terwujud dan mampu memecah kemacetan di jalur Piyungan.

Data Progres Tol Yogyakarta-Solo:

  • Segmen Prambanan-Purwomartani: Mencapai 98 persen.
  • Akses Tambahan: Jasa Marga menyiapkan jalan layang dan jembatan menuju Bokoharjo sepanjang 2 km dari exit tol Purwomartani.

Rivan menyatakan bahwa infrastruktur pendukung ini disiapkan untuk memastikan arus lalu lintas tidak menumpuk di kawasan Adisutjipto. Akses ini juga dirancang untuk mendukung konektivitas menuju Bantul, Gunungkidul, dan pengguna Jalan Raya Wonosari.

"Exit tol tetap berada di Purwomartani, tetapi akses menuju Bokoharjo ditambahkan sekitar dua kilometer. Ini akan sangat membantu masyarakat yang ingin menuju maupun keluar dari Gunungkidul melalui Jalan Baru Wonosari," pungkas Rivan. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |