Kondisi Tahura Bukit Soeharto usai dilanda Karhutla(Dok Humas Polres Kukar)
TIM Gabungan bekerja keras dan berjibaku memadamkan kobaran api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kamis (6/8) sore kemarin, di Kilometer 37 Jalan Poros Samarinda-Balikpapan, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim)
Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar melalui Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe, Jumat (7/8) Karhutla di Tahura Bukit Soeharto itu terjadi pada siang hari sejak pukul 15.10 Wita hingga 17.30 Wita. Kemudian dilaksanakan upaya lanjutan penanganan Karhutla guna mencegah meluasnya kebakaran.
“Lahan yang terbakar diperkirakan seluas 2 hektare, dengan objek yang terbakar berupa semak belukar, ilalang, ranting-ranting kering dan vegetasi hutan di dalam kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekkan di lapangan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal ranting-ranting pohon yang telah mengering, kemudian terbakar, sehingga api dengan cepat merambat ke vegetasi di sekitarnya akibat kondisi cuaca yang panas dan kering.
Sementara itu, lanjutnya, proses pemadaman dilakukan secara terpadu dengan menggunakan kendaraan pemadam, mesin pompa air, dan peralatan pemadam manual dengan melibatkan personel gabungan dari Anggota Polsek Loa Janan, Damkar Desa Tani Harapan, Relawan Siaga Batuah (RSB), Manggala Agni, Dinas Kehutanan, Personel Damkar PT. BSSR, Masyarakat Pedulu Api (MPA), Serta Pemerintah Desa Tani Harapan.
“Alhamdulillah berkat kerja sama seluruh unsur dilapangan, api berhasil dilokalisir dan dipadamkan sehingga tidak meluas ke kawasan hutan yang lebih luas lagi”, Ujar Kapolsek.
Lebih lanjut lagi AKP Abdillah Dalimunthe menyebutkan, bahwa tim gabungan kemudian melakukan proses pendinginan pada titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan api dan dilakukan pemantauan secara berkala guna mengantisipasi munculnya titik api baru.
“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan maupun lahan terkhusus pada musim kemarau seperti ini dan segera laporkan kepada petugas apabila menemukan adanya titik api”, pungkasnya. (H-2)

















































