Presiden Gianni Infantino memberikan pidato saat Kongkres Conmebol ke-78 di Luque, Paraguay(NORBERTO DUARTE / AFP)
UEFA yang merupakan pesatuan sepakbola Eropa mengancam memboikot kompetisi FIFA meski Presiden FIFA Gianni Infantino telah membatalkan rencana masuknya investasi swasta ke ajang Piala Dunia. Tekanan terhadap Infantino terus meningkat setelah rencana pembentukan anak perusahaan komersial FIFA Forward Enterprise (FFE) dibatalkan.
Sebelumnya, FIFA menyebut FFE berpotensi menghimpun dana hingga 4,2 miliar dollr AS Rp75,23 triliun dengan valuasi mencapai 20 miliar sekitar Rp358,24 triliun untuk mengelola ajang seperti Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.
UEFA menyatakan pembatalan rencana tersebut belum cukup untuk mencabut ancaman boikot karena syarat lain yang mereka ajukan belum dipenuhi.
"Asosiasi anggota UEFA sangat jelas mengenai syarat untuk tidak berpartisipasi dalam kompetisi FIFA. Pertama, rencana penjualan kompetisi utama harus ditarik. Kedua, harus ada jaminan bahwa upaya yang merusak sepak bola seperti itu tidak akan pernah dilakukan lagi. Syarat-syarat itu belum terpenuhi," demikian pernyataan UEFA seperti dikutip dari AFP.
UEFA juga menegaskan sikapnya terhadap kepemimpinan Infantino tidak berubah.
"Kami telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa kami kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Sikap itu tetap berlaku," tulis UEFA.
Sejumlah anggota UEFA juga telah menarik dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino untuk masa jabatan keempat sekaligus terakhir pada Kongres FIFA di Rabat, Maroko, Maret tahun depan.
Kritik juga datang dari Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL). Organisasi itu menyampaikan keprihatinan atas tindakan sepihak yang dilakukan tanpa melalui dialog maupun mekanisme kelembagaan yang telah tersedia.
"Dewan secara bulat menyatakan keprihatinan atas tindakan sepihak yang berulang tanpa dialog atau mekanisme kelembagaan yang telah ditetapkan," bunyi pernyataan CONMEBOL.
Meski demikian, CONMEBOL menegaskan pemilihan presiden FIFA harus tetap berlangsung melalui proses normal apabila ada penantang yang mendaftar sebelum batas waktu pencalonan pada 18 November.
Serikat pemain dunia FIFPRO juga mengkritik Infantino dengan menyebut pembentukan FFE sebagai "penyalahgunaan kekuasaan presiden yang serius".
"FIFA Forward Enterprise sudah tidak ada. Namun penyalahgunaan kekuasaan yang melahirkannya masih tetap ada," tulis FIFPRO.
Di tengah gelombang kritik tersebut, dukungan datang dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). Dalam pernyataannya, CAF menyebut seluruh anggotanya kembali menegaskan dukungan kepada Infantino.
"CAF secara bulat kembali menegaskan dukungannya kepada Presiden FIFA," demikian pernyataan organisasi tersebut.
CONMEBOL juga menilai keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia pertama yang diikuti 48 tim dan digelar di tiga negara menjadi tertutupi oleh polemik yang terjadi dalam sepekan terakhir.
"Dewan CONMEBOL menyerukan agar persatuan keluarga sepak bola tetap terjaga," tutup pernyataan tersebut. (AFP/H-4)

















































