Kawasan Summarecon Tangerang.(Dok. MI)
PENGEMBANGAN konektivitas menjadi salah satu fokus dalam pembangunan kawasan baru di Tangerang, seiring dengan pembangunan Underpass Bitung, penyiapan akses jalan non-tol, serta studi pengembangan Jalur MRT East-West Phase 2 bersama MRT Jakarta.
Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Hindarko Hasan, mengatakan pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat, tidak hanya dari sisi hunian, tetapi juga konektivitas dan kelengkapan fasilitas pendukung.
“Pengembangan sebuah kawasan tidak hanya berbicara mengenai hunian, tetapi juga bagaimana menghadirkan akses, fasilitas, dan lingkungan yang dapat mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, pembangunan infrastruktur dan konektivitas menjadi bagian penting dalam pengembangan Summarecon Tangerang,” ujar Hindarko, Jumat (7/8).
Ia menjelaskan, salah satu infrastruktur yang saat ini tengah dibangun adalah Underpass Bitung. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk mendukung mobilitas menuju dan dari kawasan, seiring dengan bertambahnya aktivitas dan pembangunan fasilitas di Summarecon Tangerang.
Kawasan tersebut saat ini dapat diakses melalui Jalan Tol Jakarta-Tangerang dengan jarak sekitar 200 meter dari dan menuju Gerbang Tol Bitung. Lokasinya juga berjarak sekitar 15 menit dari Summarecon Serpong.
Selain akses tol, empat akses melalui jalan umum non-tol juga direncanakan tersebar di sisi utara, timur, barat, dan selatan kawasan. Pengembangan akses tersebut diharapkan memberikan lebih banyak alternatif jalur bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan.
Dari sisi transportasi publik, Summarecon juga menjalin kerja sama dengan MRT Jakarta dalam studi pengembangan Jalur MRT East-West Phase 2. Studi tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan konektivitas kawasan dalam jangka panjang.
Penguatan akses berjalan beriringan dengan pengembangan Summarecon Tangerang sebagai kawasan kota baru yang mengintegrasikan fungsi hunian, komersial, pendidikan, fasilitas publik, serta ruang terbuka hijau.
Kawasan tersebut dikembangkan dengan konsep Six Lakes, One Vibrant City dan direncanakan bersama master planner internasional. Enam danau menjadi bagian dari perencanaan kawasan yang dipadukan dengan area hunian, komersial, pedestrian, dan ruang terbuka.
Sejumlah fasilitas pendukung juga mulai hadir, antara lain pedestrian boulevard, children playground, fasilitas EV Charging, serta berbagai tenant F&B dan lifestyle. Pengembangan berikutnya mencakup rencana pembangunan Summarecon Mall Tangerang dan lebih dari 50 restoran serta kafe di sekitar kawasan.
Fasilitas pendidikan turut menjadi bagian dari pengembangan kawasan. Saint John's Catholic School dijadwalkan hadir di Summarecon Tangerang untuk menambah pilihan layanan pendidikan yang dapat diakses masyarakat di sekitar kawasan.
Kehadiran Halia

Seiring dengan pembangunan infrastruktur dan fasilitas tersebut, pengembangan kawasan hunian juga terus berjalan. Salah satunya berada di Cluster Havena Lakes melalui kehadiran Halia sebagai produk hunian terbaru.
Halia dikembangkan dalam dua tipe, Standard dan Premium, dengan ukuran lahan 8x15 meter. Cluster Havena Lakes dilengkapi sejumlah fasilitas seperti one gate system, keamanan 24 jam, clubhouse, kolam renang, ruang terbuka hijau, utilitas bawah tanah, serta akses menuju danau kawasan.
Hunian tersebut dijadwalkan melakukan serah terima pada 2028. Pengembangannya berlangsung bersamaan dengan pembangunan infrastruktur, fasilitas publik, pendidikan, dan area komersial sebagai bagian dari pengembangan kawasan secara bertahap. (Z-10)

















































