Beras yang akan disalurkan untuk bantuan pangan di Kabupaten Indramayu.(Dok.DKPP Indramayu)
PERUM Bulog mulai menyalurkan bantuan pangan beras untuk alokasi Juli-September 2026 di sejumlah daerah. Penyaluran dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat tetap terpenuhi.
Di Kota Yogyakarta, penyaluran bantuan pangan dimulai Selasa (11/8). Setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) menerima 30 kilogram beras sekaligus untuk alokasi tiga bulan, masing-masing 10 kilogram per bulan.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta Dedi Aprilyadi mengatakan penyaluran bantuan pangan akan berlangsung hingga 30 September 2026. Program tersebut merupakan bagian dari jaring pengaman sosial pemerintah.
“Kegiatan ini sebagai salah satu jaring pengaman sosial untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas pangan nasional, dan membantu memenuhi kebutuhan pangan di rumah,” ujar Dedi.
Menurut dia, skema penyaluran periode Juli-September berbeda dengan periode Februari-Maret 2026. Pada periode sebelumnya, setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng Minyakita untuk setiap alokasi. Kali ini bantuan diberikan dalam bentuk beras sebanyak 10 kilogram per bulan dan disalurkan sekaligus sebanyak 30 kilogram.
Penetapan penerima mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikeluarkan Kementerian Sosial. Jumlah penerima di Daerah Istimewa Yogyakarta meningkat dari 491.756 PBP pada periode Februari-Maret menjadi 522.956 PBP untuk periode Juli-September. Khusus Kota Yogyakarta, sebanyak 27.426 PBP menerima bantuan dengan kriteria penerima manfaat berada pada desil 1 hingga desil 4.
Dedi meminta masyarakat melaporkan apabila beras yang diterima tidak sesuai kualitas. Bulog, kata dia, akan melakukan penukaran terhadap beras tersebut. “Apabila ada penerima bantuan yang mendapatkan beras tidak sesuai kualitas, tolong informasikan kepada kami. Kami akan segera melakukan penukaran,” tegasnya.
Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Ashardini Eka Setianingsih mengatakan bantuan tersebut diharapkan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
“Melalui bantuan pangan ini, kita berharap beban pengeluaran keluarga dapat berkurang sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan pangan dapat terpenuhi. Pangan adalah kebutuhan yang paling mendasar,” katanya.
317.133 PENERIMA
Penyaluran bantuan pangan juga disiapkan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pemkab Indramayu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) berkolaborasi dengan Perum Bulog Cabang Indramayu untuk menyalurkan bantuan beras bagi periode Juli-September.
Kepala DKPP Kabupaten Indramayu Sugeng Heryanto mengatakan bantuan tersebut akan diberikan kepada sekitar 317.133 PBP. Jumlah tersebut meningkat sekitar 3.004 penerima dibandingkan alokasi sebelumnya. “Bantuan pangan diberikan untuk periode Juli, Agustus dan September 2026,” ujar Sugeng, Selasa (11/8).
Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras per bulan sehingga total bantuan yang diterima selama tiga bulan mencapai 30 kilogram. Berbeda dengan periode sebelumnya, bantuan kali ini hanya berupa beras tanpa tambahan minyak goreng.
Program tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas). Sugeng menilai bantuan penting bagi masyarakat Indramayu yang memasuki masa paceklik dan awal musim tanam.
“Bantuan pangan ini sangat krusial untuk meringankan beban masyarakat. Terlebih saat ini sebagian besar wilayah di Kabupaten Indramayu memasuki masa paceklik dan baru memulai musim tanam,” katanya.
Beras yang disalurkan merupakan beras medium hasil penyerapan dari petani lokal Indramayu. “Semua hasil pengadaan dari panennya orang Indramayu. Tidak ada beras dari luar Indramayu, apalagi beras impor,” tegas Sugeng.
PASOK BERAS PREMIUM
Selain bantuan pangan, Bulog Indramayu memperkuat pasokan beras komersial untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bulog memasok beras premium ke sejumlah pasar ritel modern di Kabupaten Indramayu.
Pimpinan Perum Bulog Kancab Indramayu Apip Wijaya mengatakan masyarakat kini memiliki pilihan beras premium selain beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). “Masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan beras berkualitas dengan harga yang tetap sesuai ketentuan pemerintah,” kata Apip, Kamis (6/8).
Beras premium yang dipasarkan antara lain Beras Punokawan dan Beras Befood kemasan lima kilogram dengan harga Rp74.500 per kemasan atau Rp14.900 per kilogram.
Untuk menjaga pasokan, Bulog se-Jawa Barat memiliki stok beras premium hasil produksi Sentra Penggilingan Padi (SPP) sekitar 3.000 ton setara beras. “Kami berharap masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Kami memastikan distribusi beras SPHP maupun beras premium akan terus diperkuat,” ujar Apip.
STOK BERAS
Sementara itu, stok beras di Gudang Bulog Meger, Klaten, Jawa Tengah, tercatat 16.300 ton per 11 Agustus 2026. Stok tersebut dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun, meski penyaluran bantuan pangan akan mengurangi persediaan secara bertahap.
Kepala Gudang Bulog Meger Sulistyanto mengatakan stok beras tetap aman meski terjadi penyaluran bantuan pangan kepada 179.842 keluarga penerima manfaat di Klaten.
“Stok beras aman, kendati pada Agustus-September 2026 akan ada penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada 179.842 keluarga penerima manfaat di Klaten,” ujar Sulistyanto, Selasa (11/8).
Penyaluran tersebut merupakan penugasan Badan Pangan Nasional dengan alokasi tiga bulan. Setiap penerima mendapatkan 30 kilogram beras.
Di Bangka Belitung, Perum Bulog juga memastikan stok beras aman di tengah musim kemarau. Kepala Perum Bulog Bangka Dimas Wage Tantri menyebut stok beras medium dan premium di gudang mencapai sekitar 4.000 ton.
“Stok kita di gudang ada 4.000 ton, jumlah ini kami rasa mencukupi untuk kebutuhan beras Babel hingga tiga bulan ke depan,” kata Dimas, Minggu (2/8).
Dimas meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan beras. Menurut dia, dampak musim kemarau terhadap lahan persawahan belum memengaruhi stok beras yang tersedia di gudang Bulog.
Rangkaian penyaluran bantuan pangan dan penguatan stok tersebut menunjukkan pemerintah dan Bulog berupaya menjaga ketersediaan beras sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh pangan dengan harga dan pasokan yang terjaga. (UL/JI/RF/E-2)














































