Bidik 800 Rumah, KPR Syariah Diperluas

1 hour ago 5
Bidik 800 Rumah, KPR Syariah Diperluas MoU PT BPR Syariah Amani Mulia Indonesia atau Amani Bank dengan Koperasi Konsumen Syariah Keluarga Samawa Indonesia (KSI) untuk mengembangkan sekaligus menyediakan hunian dalam Program Rumah Rakyat Semesta (RRS).(Dok. MI)

PT BPR Syariah Amani Mulia Indonesia atau Amani Bank tengah menyiapkan langkah untuk meningkatkan likuiditas sekaligus memanfaatkan aset properti yang masih menjadi persediaan perseroan.

Upaya tersebut dilakukan melalui kemitraan dengan Koperasi Konsumen Syariah Keluarga Samawa Indonesia (KSI) untuk mengembangkan sekaligus menyediakan hunian dalam Program Rumah Rakyat Semesta (RRS).

Kesepakatan awal kedua pihak dituangkan melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani di Jakarta pada 5 September 2026. Dokumen tersebut ditandatangani Direktur Utama Amani Bank Endro Yuniaryo bersama Ketua KSI Darmawan Wijaya.

Dalam kerja sama ini, Amani Bank membuka peluang Master Bulk Order Portfolio dengan kapasitas hingga 800 unit rumah. Meski demikian, jumlah tersebut bukan berarti seluruh rumah akan dipesan dan direalisasikan dalam satu waktu.

Implementasinya akan dilakukan secara bertahap dengan melihat kesiapan setiap proyek, perkembangan permintaan pasar, kemampuan perseroan, serta kesepakatan yang nantinya dibuat kedua pihak.

Direktur Utama Amani Bank, Endro Yuniaryo, menyebut kerja sama dengan KSI merupakan bagian dari upaya perseroan meningkatkan produktivitas aset. Salah satu fokusnya adalah mengubah persediaan properti yang belum optimal menjadi sumber arus kas.

"Kami ingin mengoptimalkan persediaan properti secara terukur sehingga aset yang sebelumnya tertahan dapat dikonversi menjadi arus kas. Dengan demikian, perseroan memiliki ruang yang lebih baik dalam mengelola likuiditas sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis pembiayaan," ujar Endro.

Ia menjelaskan, langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk mempercepat pelepasan aset. Perseroan juga melihat adanya peluang untuk melanjutkan siklus bisnis melalui pembiayaan kepemilikan rumah atau KPR kepada pembeli.

"Kerja sama ini kami arahkan untuk membangun siklus bisnis yang sehat, mulai dari optimalisasi persediaan, penciptaan arus kas, hingga peluang pembiayaan KPR. Prinsip kehati-hatian tetap menjadi bagian penting dalam setiap tahapan implementasinya," lanjutnya.

Membuka Peluang Portofolio KPR

Dalam skema yang disiapkan, KSI dapat melakukan pemesanan rumah berdasarkan sejumlah parameter yang telah ditentukan. Di antaranya desain, spesifikasi bangunan, Verified HPP, nilai kontrak, waktu pengerjaan, serta jadwal serah terima unit.

Ketentuan teknis untuk pelaksanaannya akan dijabarkan lebih lanjut melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dibuat untuk setiap zona proyek.

Dari sisi Amani Bank, pola tersebut sekaligus memberikan peluang untuk membangun portofolio pembiayaan KPR. Namun, potensi pendapatan dari pembiayaan tersebut tetap bergantung pada sejumlah faktor, seperti realisasi transaksi rumah, kebutuhan pembiayaan konsumen, kelayakan calon debitur, serta hasil persetujuan kredit berdasarkan aturan yang berlaku.

Dengan demikian, optimalisasi persediaan properti tidak hanya diarahkan untuk mengurangi dana yang tertahan pada aset tersebut. Perseroan juga berupaya menciptakan peluang pendapatan dari pembiayaan KPR yang dapat berkembang dalam jangka panjang.

Adanya angka hingga 800 unit dalam MoU tidak berarti KSI harus membeli seluruh rumah tersebut secara langsung. Jumlah itu merupakan Master Bulk Order Portfolio yang menggambarkan potensi keseluruhan portofolio.

Kewajiban keuangan dan pelaksanaan pembangunan baru akan berlaku setelah masing-masing proyek dituangkan dalam PKS berdasarkan zona yang bersangkutan.

Sebelum masuk tahap pelaksanaan, setiap zona akan menjalani serangkaian pemeriksaan melalui Zonal Activation Gate dan Project Clearance. Evaluasi tersebut mencakup legalitas, kesiapan lahan, perizinan, kondisi teknis dan keuangan, potensi permintaan, forward payment coverage, serta faktor risiko dan kepatuhan.

Mekanisme tersebut memungkinkan pelepasan persediaan properti dilakukan secara lebih terkendali. Amani Bank dapat menyesuaikan realisasi proyek dengan kemampuan internal sekaligus mempertimbangkan perubahan kondisi pasar.

"Target 800 unit kami tempatkan sebagai potensi portofolio, bukan realisasi sekaligus. Setiap proyek harus memenuhi tahapan evaluasi dan persetujuan sebelum masuk ke tahap pelaksanaan. Ini penting agar pertumbuhan bisnis tetap berjalan seiring dengan pengelolaan risiko yang prudent," ujar Endro. 

MoU antara Amani Bank dan KSI memiliki masa berlaku tiga bulan sejak ditandatangani. Dalam rentang waktu tersebut, kedua pihak akan mematangkan sejumlah persiapan sebelum memasuki tahap kerja sama definitif.

Beberapa proses yang akan dilakukan mencakup Project Clearance, Due Diligence, appraisal, pemeriksaan HPP, penyusunan Master Development Plan, serta pembuatan PKS untuk masing-masing zona proyek.

Melalui pola kerja sama tersebut, Amani Bank menargetkan persediaan properti dapat menghasilkan manfaat yang lebih optimal tanpa mengabaikan kondisi likuiditas perusahaan. Pada saat bersamaan, perseroan juga berupaya membangun portofolio KPR yang sehat.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan aset, pengelolaan likuiditas, dan pengembangan bisnis pembiayaan. Seluruh proses tetap akan dijalankan secara bertahap dengan mempertimbangkan kapasitas serta prinsip kehati-hatian. (Z-10) 

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |