Ilustrasi, pemadaman karhutla Bromo.(Dok. Antara)
BALAI Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memutuskan untuk menutup sebagian akses wisata di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Langkah ini diambil menyusul terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Sabana Pengol.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyatakan bahwa penutupan difokuskan pada jalur masuk melalui Jemplang, Kabupaten Malang. Kebijakan ini telah diberlakukan sejak Kamis (10/9), bertepatan dengan munculnya titik api pertama di lokasi tersebut.
"Untuk kelancaran upaya penanganan dan pemadaman serta memperhatikan keamanan pengunjung, maka kunjungan wisata Bromo melalui pintu masuk Jemplang ditutup untuk pengunjung," ujar Rudijanta dalam keterangan resmi di Kota Malang, Jumat (11/9).
Batas Waktu Penutupan Belum Ditentukan
Pihak otoritas belum memberikan kepastian hingga kapan penutupan ini akan berlangsung. Balai Besar TNBTS masih terus berkoordinasi dengan tim gabungan guna memantau perkembangan kondisi keamanan dan efektivitas pemadaman karhutla Bromo, di lokasi terdampak.
Meski jalur Jemplang ditutup, wisatawan masih memiliki alternatif akses lain untuk menikmati keindahan Gunung Bromo. Pintu masuk melalui Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan tetap dibuka bagi publik.
Namun, terdapat batasan area kunjungan. Wisatawan hanya diperbolehkan mengakses kawasan hingga Lautan Pasir. Area Sabana Lembah Watangan turut ditutup untuk umum demi alasan keselamatan. Sebagai informasi, kuota kunjungan harian ke TNBTS saat ini dipatok sebesar 2.752 orang.
Prioritas Penanganan Kebakaran
Rudijanta menegaskan bahwa akses menuju titik api saat ini hanya diperuntukkan bagi personel yang berkepentingan. "Akses menuju lokasi kebakaran hanya diperuntukkan bagi petugas, mitra, dan relawan yang terlibat dalam kegiatan penanganan serta pemadaman," tegasnya.
Di sisi lain, akses transportasi umum yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Lumajang melalui Kecamatan Poncokusumo dan Kecamatan Senduro dipastikan tetap beroperasi normal dan dapat dilalui kendaraan.
Pihak TNBTS meminta seluruh wisatawan dan pelaku jasa wisata untuk selalu memperbarui informasi melalui kanal resmi dan mematuhi instruksi petugas di lapangan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (Ant/H-3)















































