Ilustrasi rupiah.(Dok. Antara)
NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Jumat (11/9). Berdasarkan data pasar, rupiah terkoreksi sebesar 64 poin atau 0,36 persen ke level Rp17.611 per dolar AS, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.547 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu oleh rilis data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi pasar. Data PPI AS tercatat meningkat menjadi 5,4 persen secara tahunan (year on year/yoy), naik signifikan dari 4,8 persen yoy pada bulan sebelumnya dan melampaui konsensus pasar sebesar 5,3 persen yoy.
Lonjakan inflasi di tingkat produsen ini memicu kekhawatiran investor terhadap risiko inflasi yang berkelanjutan dan prospek kebijakan moneter ketat oleh Federal Reserve (The Fed). Kondisi tersebut mendorong kenaikan yield obligasi AS dan memperkuat permintaan terhadap dolar AS di pasar global.
| Penutupan Jumat (11/9) | Rp17.611 |
| Penutupan Sebelumnya | Rp17.547 |
| Pelemahan (Poin/Persen) | 64 Poin (0,36%) |
| Kurs JISDOR Bank Indonesia | Rp17.611 |
Selain faktor inflasi AS, tekanan eksternal juga diperberat oleh harga minyak dunia yang tetap tinggi akibat ketegangan geopolitik. Namun, pelemahan rupiah sedikit tertahan oleh sentimen domestik yang positif, di mana data penjualan ritel menunjukkan perbaikan aktivitas konsumsi masyarakat.
Amru menambahkan bahwa fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) AS pada Jumat malam. Hasil inflasi konsumen ini akan menjadi penentu arah pergerakan dolar dan yield obligasi AS menjelang keputusan The Fed pekan depan.
“Jika CPI lebih tinggi dari perkiraan, rupiah berpotensi kembali tertekan. Sebaliknya, hasil yang lebih rendah dapat membuka ruang pemulihan,” ujar Amru. Untuk perdagangan mendatang, rupiah diprediksi akan bergerak volatil dalam rentang kisaran Rp17.500 hingga Rp17.650 per dolar AS.
Sejalan dengan pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mencatat pelemahan ke level Rp17.611 per dolar AS dari posisi sebelumnya di Rp17.536 per dolar AS. (Ant/I-1)















































