Sebuah mobil listrik hangus terbakar usai menghantam separator busway Jalan Letjen S. Parman, RT 01 RW 08 Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (11/9/2026).(Dok. Sudin Gulkarmat Jakarta Barat )
INSIDEN kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan ramah lingkungan kembali terjadi di Ibu Kota. Sebuah mobil listrik dilaporkan hangus terbakar setelah menghantam pembatas jalan atau separator busway di kawasan Slipi, Jakarta Barat, pada Jumat (11/9) pagi.
Peristiwa tersebut tepatnya terjadi di Jalan Letjen S. Parman, RT 01/RW 08 Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah. Berdasarkan keterangan resmi, kecelakaan tunggal ini memicu kobaran api yang cukup besar hingga menghanguskan seluruh badan kendaraan.
Kronologi Kejadian
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengonfirmasi bahwa laporan mengenai insiden tersebut diterima petugas sekitar pukul 05.04 WIB. Mobil listrik dengan nomor polisi B 18 YZK tersebut awalnya melaju di ruas Jalan Letjen S. Parman sebelum akhirnya kehilangan kendali.
"Seorang pengendara mobil listrik dengan pelat nomor B 18 YZK sedang melintasi Jalan Letjen S. Parman. Tanpa disadari pengemudi kehilangan kendali," ujar Syaiful saat dikonfirmasi di Jakarta.
Benturan keras dengan separator busway diduga memicu kerusakan fatal pada komponen kendaraan. Tak lama setelah tabrakan, muncul percikan api yang disertai asap tebal dari bagian mesin atau kompartemen baterai mobil tersebut. Beruntung, pengemudi mobil bereaksi cepat dan segera keluar dari kabin sebelum api merambat ke seluruh bagian kendaraan.
Upaya Pemadaman
Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran. Menanggapi laporan tersebut, Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mengerahkan kekuatan personel untuk menjinakkan api.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dengan total 15 personel diterjunkan ke lokasi kejadian. Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 05.18 WIB. Mengingat karakteristik kebakaran pada kendaraan listrik yang cenderung lebih sulit dipadamkan dibandingkan kendaraan konvensional, petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memastikan api benar-benar padam dan area dinyatakan aman.
Data Insiden Kecelakaan Mobil Listrik Slipi:
- Waktu Kejadian: Jumat, Pukul 05.04 WIB
- Lokasi: Jl. Letjen S. Parman, Slipi, Jakarta Barat
- Identitas Kendaraan: Mobil Listrik (Pelat B 18 YZK)
- Penyebab: Hilang kendali dan menabrak separator busway
- Personel Dikerahkan: 15 Personel (3 Unit Damkar)
- Durasi Pemadaman: Sekitar 1 Jam
Keamanan Baterai Kendaraan Listrik
Meskipun penyebab pasti kebakaran dalam insiden ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut, kecelakaan ini kembali menyoroti aspek keamanan baterai pada kendaraan listrik (EV) saat terjadi benturan keras. Secara teknis, baterai lithium-ion yang digunakan pada mobil listrik memiliki risiko thermal runaway jika mengalami kerusakan fisik yang ekstrem atau korsleting akibat benturan.
Para ahli otomotif sering menekankan bahwa struktur pelindung baterai pada mobil listrik sebenarnya dirancang sangat kokoh. Namun, hantaman pada kecepatan tertentu terhadap benda keras seperti separator busway dapat merusak integritas sel baterai. Jika satu sel mengalami panas berlebih, hal itu dapat merembet ke sel lainnya, menciptakan api yang sulit dipadamkan dengan air biasa.
Kesimpulan dan Imbauan
Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pengguna jalan, khususnya pengendara mobil listrik, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama pada jam-jam rawan di pagi hari. Kehilangan kendali atau out of control tetap menjadi salah satu faktor utama kecelakaan di jalan raya Jakarta.
Bangkai kendaraan telah dievakuasi untuk menghindari kemacetan lebih lanjut di ruas Jalan Letjen S. Parman. Pihak kepolisian diharapkan akan melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait penyebab pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya. (Ant/I-1)
| Kondisi Pengemudi | Berhasil keluar dan selamat |
| Kerusakan Kendaraan | Hangus terbakar total |
| Dampak Lalu Lintas | Sempat terjadi hambatan selama proses pemadaman |















































