Bakal calon Kepala Desa Sukajadi Kecamatan Karangtengah, Ahmad Juanda Khoirul Umam, mendaftarkan diri maju pada pilkades serentak digital.(MI/Benny Bastiandy)
TAHAPAN pendaftaran bakal calon kepala desa (balon kades) pada pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak digital di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, resmi dimulai. Panitia di tingkat desa kini tengah sibuk menerima berkas pendaftaran dari para kandidat yang akan bertarung pada 18 Oktober 2026.
Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa DPMD Kabupaten Cianjur, Dendi Rinaldi, menjelaskan bahwa panitia tingkat desa memiliki waktu dua pekan untuk membuka pendaftaran. Terdapat aturan khusus mengenai jumlah minimal dan maksimal calon di setiap desa.
Dendi memaparkan tiga skenario yang mungkin terjadi selama masa pendaftaran:
- Dua hingga lima calon: Proses berjalan normal sesuai tahapan.
- Lebih dari lima calon: Akan dilakukan seleksi tambahan karena batas maksimal calon tetap adalah lima orang.
- Kurang dari dua calon: Jika hanya ada satu calon atau tidak ada sama sekali, panitia akan memberikan waktu perpanjangan pendaftaran sebanyak dua kali (tahap pertama 10 hari dan tahap kedua 15 hari).
Lebih lanjut, Dendi menegaskan jika setelah dua kali perpanjangan jumlah calon tetap hanya satu orang, maka pemilihan tetap dilaksanakan dengan mekanisme melawan kotak kosong, berdasarkan kesepakatan panitia dan BPD. Namun, jika tidak ada calon sama sekali, jadwal Pilkades di desa tersebut terpaksa diundur ke periode selanjutnya.
Pilkades serentak digital tahun ini akan dilaksanakan di 47 desa yang tersebar di 23 kecamatan di seluruh Kabupaten Cianjur.
Tokoh Muda
Di Desa Sukajadi, Kecamatan Karangtengah, antusiasme mulai terlihat. Hingga Jumat (11/9), tercatat sudah ada tiga bakal calon yang resmi mendaftarkan diri. Salah satunya ialah Ahmad Juanda Khoirul Umam, tokoh muda yang datang menyerahkan berkas dengan didampingi keluarga dan tim pemenangannya.
Juanda, sapaan akrabnya, menyatakan motivasinya maju dalam Pilkades digital 2026 yaitu membawa perubahan signifikan bagi Desa Sukajadi. Pria kelahiran 7 Februari 1992 ini mengusung visi Sukajadi Ngahiji Kahiji dengan misi Bersama Membangun Sukajadi yang Lebih Baik.
"Jika diamanahi memimpin, insya Allah saya akan membangun desa yang lebih berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini saatnya Desa Sukajadi dipimpin generasi muda," ujar lulusan S2 Manajemen SDM Ikopin University tersebut.
Program unggulan yang ditawarkan Juanda meliputi pelayanan publik yang cepat dan ramah, pengembangan ekonomi desa, pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan semangat gotong royong. (I-2)















































