Harga BBM Suriah Melonjak, Rakyat Protes Terjepit Krisis Ekonomi

3 hours ago 4
Harga BBM Suriah Melonjak, Rakyat Protes Terjepit Krisis Ekonomi Warga Suriah berunjuk rasa akibat penaikan harga BBM.(Al Jazeera)

PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku mulai Minggu (13/9) tengah malam memicu gelombang kemarahan dan pembangkangan terbuka di seluruh Suriah. Keputusan mendadak pemerintah yang menaikkan harga solar sebesar 40 persen dan bensin sebesar 28 persen dalam semalam dianggap sebagai ancaman langsung terhadap kelangsungan hidup jutaan warga.

Demonstran segera berkumpul di alun-alun kota mulai dari Aleppo dan Idlib di utara, Hama di pusat Suriah, hingga Deraa di selatan. Mereka membakar ban dan memblokade jalan-jalan utama, termasuk jalur penghubung vital antara Damaskus dan Aleppo. Di timur laut Suriah, pengunjuk rasa memblokade jalan raya M4 dekat Tal Tamr, sehingga menyebabkan ratusan truk tangki minyak berderet. Mereka menegaskan tidak akan membuka rute tersebut kecuali penaikan harga dibatalkan.

Dampak Berantai pada Biaya Hidup

PBB memperkirakan hampir 90 persen warga Suriah hidup di bawah garis kemiskinan. Setiap lonjakan biaya bahan bakar secara instan mendongkrak harga transportasi dan bahan pangan pokok. Di Damaskus, tarif minibus yang menjadi tumpuan kelas pekerja naik dari 30 menjadi 45 sen (sekitar Rp4.600 hingga Rp7.000). Sebagai informasi, satu dolar AS setara dengan sekitar 130 pound Suriah baru.

Adel Ali Meree, seorang sopir bus, mengeluhkan pendapatannya yang habis hanya untuk mengisi tangki. "Saya menghabiskan seluruh uang saya untuk solar. Saya hanya tersisa empat setengah dolar (sekitar Rp70.000). Padahal seharian bekerja saya mungkin hanya menghasilkan US$10," ujarnya.

Kondisi serupa dialami Bashar Sleiman, operator bus wisata. Biaya pengisian tangki hariannya melonjak dari setara Rp1,3 juta menjadi Rp1,8 juta (US$84 ke US$120). Ia memprediksi harga hotel, makanan, dan jasa pemandu wisata akan ikut naik, yang berisiko memukul sektor pariwisata yang baru mulai pulih.

Data Kenaikan BBM Suriah (Sejak Februari):

  • Bensin Oktan-95: Naik sekitar 86%
  • Solar: Naik lebih dari dua kali lipat (100%+)
  • Perbandingan Global: Minyak mentah Brent naik sekitar 44% pada periode yang sama.

Ketergantungan Impor dan Tekanan Global

Pemerintah Suriah menyalahkan tingginya biaya pengadaan bahan bakar internasional yang sebagian besar dipicu oleh dampak konflik regional di Timur Tengah. Kementerian Energi menyatakan bahwa Suriah saat ini hanya memproduksi sekitar 100.000 barel minyak mentah per hari, sementara kebutuhan domestik mencapai 300.000 hingga 325.000 barel.

Kesenjangan ini membuat Suriah sangat bergantung pada impor. Sekitar 60 persen pasokan solar berasal dari luar negeri. Krisis ini juga memicu maraknya pasar gelap solar, yang memaksa unit keamanan melakukan pencegatan terhadap tangki-tangki yang menuju kilang ilegal.

Krisis ekonomi ini terjadi saat Suriah sedang berupaya pulih dari perang saudara selama satu dekade yang berakhir dengan jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024. Meskipun pemerintah baru berupaya menghapus sanksi internasional, perbaikan ekonomi dirasa terlalu lambat bagi rakyat yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan dasar.

Majelis Rakyat Suriah sedianya akan memanggil Menteri Energi Mohammed al-Bashir untuk dimintai keterangan pada Kamis (17/9) waktu setempat, tetapi sesi tersebut ditunda hingga 20 September mendatang. Meski pemerintah bersikeras bahwa kenaikan ini bersifat sementara, bagi warga yang menghadapi infrastruktur hancur dan inflasi masif, menunggu stabilitas pasar global bukanlah pilihan yang realistis. (Al Jazeera/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |