Kualitas Pelayanan Investasi Kementan Meningkat

3 hours ago 6
Kualitas Pelayanan Investasi Kementan Meningkat Kementan meraih predikat terbaik dalam Anugerah Layanan Investasi 2026.(Dok.Istimewa)

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) meraih predikat terbaik dalam Anugerah Layanan Investasi 2026. Penghargaan tersebut menjadi momentum bagi Kementan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan investasi. Hal ini sejalan dengan transformasi layanan perizinan yang tengah digencarkan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, kualitas layanan investasi menjadi salah satu kunci dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

“Layanan investasi menjadi kunci untuk meningkatkan iklim investasi. Semua telah membantu kita dalam menjaga iklim investasi dan menarik investasi baik dalam maupun luar negeri yang ujungnya menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas,” ujar Rosan dalam acara Anugerah Layanan Investasi 2026, Rabu, 16 September 2026.

Menurutnya, penciptaan lapangan kerja menjadi tantangan yang perlu terus diantisipasi seiring pertumbuhan penduduk Indonesia. Rosan menyebut sekitar dua juta bayi lahir setiap tahun di Indonesia. Dengan pertumbuhan tersebut, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan baru akan terus meningkat.

“Kurang lebih dua juta bayi yang lahir setiap tahunnya di Indonesia. Setiap tiga tahun kita menciptakan negara Singapura. Jadi lapangan pekerjaan menjadi PR kita dan investasi menjadi salah satu program kita,” katanya.

Rosan mengatakan pemberian penghargaan tersebut juga menjadi momentum untuk membangun optimisme dalam memperkuat iklim investasi nasional. “Ini adalah momentum yang sangat baik untuk membangun optimisme,” ujarnya.

DORONG PENINGKATAN KUALITAS
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Investasi/Sekretaris Utama BKPM Rudy Salahuddin mengatakan, Anugerah Layanan Investasi merupakan bagian dari upaya pemerintah melakukan evaluasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan terpadu satu pintu.

Menurut Rudy, penilaian kinerja pelayanan investasi tahun 2026 dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2020 tentang Pemberian Penghargaan dan/atau Pengenaan Sanksi kepada Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam rangka Pelayanan Terpadu Satu Pintu. “Penilaian tahun 2026 mencakup 571 objek, terdiri atas 25 kementerian/lembaga dan 546 pemerintah daerah,” kata Rudy.

Proses penilaian melibatkan tim yang terdiri atas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Sekretariat Kabinet, Kementerian PANRB, Badan Pangan Nasional, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Adapun tahapan penilaian mencakup penilaian mandiri, verifikasi dan validasi, serta penilaian pemangku kepentingan yang dilakukan oleh Kadin Indonesia.

Dari keseluruhan objek yang dinilai, Rudy mengatakan sebanyak 17 atau 68% kementerian/lembaga memperoleh predikat sangat baik. “Dari hasil penilaian ini, kita perlu memperkuat pelayanan perizinan,” ujarnya.

Ia berharap hasil penilaian tersebut tidak berhenti sebagai pemberian penghargaan, tetapi menjadi dasar pembinaan dan peningkatan kualitas pelayanan perizinan. “Untuk itu kami berharap penilaian ini menjadi dasar pembinaan dan pelayanan perizinan untuk mendukung penyelesaian hambatan berusaha,” katanya.

Mewakili Kementerian Pertanian, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Hermanto menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan pelaku usaha yang turut mendukung pembangunan iklim investasi di sektor pertanian. 

“Kami bersyukur Kementan dianugerahi penghargaan ini. Penghargaan ini harus menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik lagi,” kata Hermanto.

Ia berpandangan penguatan pelayanan investasi tersebut sejalan dengan langkah PVTPP dalam melakukan transformasi layanan perizinan pertanian. Digitalisasi dan penyederhanaan proses perizinan diharapkan dapat memberikan kepastian, kemudahan serta meningkatkan kepercayaan pelaku usaha untuk berinvestasi di sektor pertanian. (E-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |