IHSG Ditutup Melemah ke 6.267, Pasar Tunggu Hasil MSCI 

1 hour ago 1
IHSG Ditutup Melemah ke 6.267, Pasar Tunggu Hasil MSCI  Pengunjung memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta,( ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/hma)

INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini (11/8) ditutup melemah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Para pelaku pasar menunggu hasil tinjauan MSCI Inc. terhadap saham-saham global termasuk Indonesia pada Agustus 2026.

"Pasar cenderung menantikan tinjuan rebalancing MSCI bulan Agustus yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus di Jakarta, Selasa.

IHSG ditutup melemah 97,49 poin atau 1,53 persen ke posisi 6.267,88. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,34 poin atau 1,32 persen ke posisi 625,79.

Para pelaku pasar berharap pemerintah dan regulator memberikan peluang bagi MSCI untuk segera mencabut status pembekuan atau freeze di saham Indonesia dalam Tinjauan Indeks Agustus 2026.

Adapun hasil peninjauan MSCI rencananya akan diumumkan 12 Agustus 2026 sekitar pukul 23.00 waktu Central European Summer Time (CEST), atau 13 Agustus 2026, sekitar pukul 04.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Di dalamnya ada daftar saham yang masuk dan keluar dari sejumlah indeks saham global. Perubahan indeks hasil reviu MSCI tersebut akan mulai berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026.

Selain itu, proses terkait penunjukkan calon definitif Gubernur Bank Indonesia (BI) memberikan pengaruh positif terhadap IHSG setelah Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI dapat memberikan kepastian pascamundurnya Perry Warjiyo.

"Tantangan utamanya adalah mempertahankan independensi BI sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi pemerintah," kata Nico.

Sementara itu, di bursa kawasan Asia bergerak beragam di saat menurunnya harapan perdamaian di kawasan Timur Tengah, terkait kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

 Presiden AS Donald Trump menyerukan agar Iran memberikan kompensasi atas korban jiwa dalam konflik, setelah Iran meminta kompensasi atas kerusakan yang disebabkan oleh serangan AS dan Israel. Ketidakpastian ini memicu kenaikan harga minyak dunia dan membuat pasar khawatir terhadap adanya potensi kenaikan inflasi serta suku bunga global. (Ant/H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |