Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta,( ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.)
NILAI tukar rupiah hari ini (11/8) melemah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan. Rupiah bergerak melemah 106 poin atau 0,60 persen menjadi Rp17.861 per dolar AS apabila dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp17.755 per dolar AS. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi hubungan AS dengan Iran yang memupus harapan pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Amerika Serikat dan Iran sama-sama menuntut kompensasi atas serangan militer baru-baru ini, kedua pihak sudah mendekati kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz," ujar dia di Jakarta, Selasa (11/8).
Selain itu, serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap kilang minyak Jazan milik Saudi Aramco turut menambah kekhawatiran akan gangguan pasokan. Hal tersebut berpengaruh pada sentimen pasar dan nilai tukar rupiah.
"Kelompok Houthi mengancam akan membuka front baru dalam konflik yang melibatkan Iran dengan cara menyerang kapal serta infrastruktur minyak di Laut Merah. Ini meningkatkan kecemasan akan gangguan pasokan dan semakin mendorong kenaikan harga minyak mentah," ucap Ibrahim.
Pasar domestik, kata dia, sedikit tertahan setelah Presiden RI Prabowo Subianto Destry Damayanti, sebagai calon tunggal pengganti Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Hal tersebut membuat reda kekhawatiran pelaku pasar.
"Pasar juga merespon negatif setelah rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terbaru yang menurun, dari 117,8 pada Juni 2026 menjadi 116,8 pada Juli 2026," sambung Ibrahim.
Selain rupiah, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp17.824 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.795 per dolar AS. (Ant/H-4)

















































