Petugas damkar Bangka terus berupaya padamkan karhutla, kendati sudah kewalahan.(MI/Rendy Ferdiansyah)
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) terus terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel).
Dalam sehari setidaknya ada 4 hingga 10 laporan karhutla yang masuk ke pemadam kebakaran (Damkar) setempat.
Dengan banyaknya laporan, petugas damkar Kabupaten Bangka mulai kewalahan menangani karhutla tersebut.
Pelaksana tugas (Plt) Dinas Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman mengatakan, musim kemarau tahun ini lebih parah dibandingkan dengan tahun lalu.
"(Cuaca) luar biasa panasnya, belum lagi angin kencang, beda dari tahun lalu, makanya banyak sekali kejadian karhutla," kata Suherman, Selasa (11/8).
Ia menyebutkan, dari bulan Juli hingga saat ini setiap hari selalu ada laporan kejadian karhutla di sejumlah titik.
"Dari Juli sampai bulan ini, setidaknya ada 5 hingga 10 laporan karhutla," ujarnya.
Banyaknya laporan karhutla, menurut Suherman, membuat petugas damkar mulai kewalahan menanganinya.
"Personel kami mulai kewalahan karena banyaknya laporan. Belum lagi armada damkar yang sudah tidak memadai karena sudah tua," ungkapnya.
"Bukan hanya armada yang tua, kami juga kewalahan karena anggaran yang terbatas, khususnya untuk BBM damkar," terangnya.
Ia mengaku sejak Januari hingga Agustus, luas lahan yang terbakar sudah mencapai 300 hektare.
"Total 300 hektare, paling banyak kejadiannya di jalan lintas timur Bangka," tuturnya.
Akibat tingginya intensitas karhutla di Bangka, Pemerintah Kabupaten bangka sudah menetapkan status siaga karhutla.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak membakar lahan serta membuang putung rokok sembarang.
"Cuaca seperti sekarang ini, kami imbau warga jangan bakar sampah sembarangan dan jangan buang puntung rokok ada apanya," ucapnya.(RF/E-4)

















































