71 Ribu Liter Air Disalurkan bagi Warga Terdampak Kemarau di Bandung Barat

2 weeks ago 3
71 Ribu Liter Air Disalurkan bagi Warga Terdampak Kemarau di Bandung Barat Warga membawa jerigen yang berisi air bersih di Jatayu, Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026)(ANTARA/RAISAN AL FARISI)

SEBANYAK 71.000 liter air bersih telah disalurkan bagi warga terdampak kemarau di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Air bersih itu disalurkan untuk 1.395 kepala keluarga (KK) dengan total 5.200 jiwa yang tersebar di empat kecamatan dan tujuh desa, di antaranya Kecamatan Ngamprah di Desa Tanimulya dan Desa Cilame, Kecamatan Batujajar di Desa Giriasih dan Desa Selacau.

Kemudian Desa Cipada Kecamatan Cikalongwetan, Kecamatan Cipatat di Desa Gunungmasigit dan Desa Citatah. Distribusi air bersih untuk itu dilakukan menggunakan tanki berkapasitas 5.000 liter.

"Untuk distribusi air bersih sejauh ini yang sudah disalurkan sudah 71.000 liter untuk warga terdampak kemarau dari 10 sampai 26 Juli 2026," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo, Selasa (28/7).

BPBD telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. Status itu sebagai bentuk kesiapan pemerintah dalam menghadapi risiko yang ditimbulkan selama musim kemarau

"Mulai 1 Juli hingga akhir September 2026 pemerintah daerah menetapkan siaga kekeringan," terang Duddy.

Pemetaan daerah rawan kekeringan dilakukan dengan mengacu pada kejadian pada musim kemarau dalam beberapa tahun terakhir. Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan prioritas penanganan apabila krisis air bersih kembali terjadi.

Pada musim kemarau tahun sebelumnya, delapan kecamatan mengalami kekeringan, yakni Cisarua, Ngamprah, Padalarang, Cipatat, Cipeundeuy, Cikalongwetan, Rongga, dan Gununghalu. Sementara pada 2024, wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Batujajar, Ngamprah, Padalarang, Cipatat, Cisarua, Cikalongwetan, dan Cipeundeuy.

"Wilayah-wilayah tersebut menjadi perhatian karena berdasarkan pengalaman sebelumnya berpotensi kembali mengalami kekeringan saat musim kemarau berlangsung," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD telah menyiapkan personel beserta armada yang sewaktu-waktu dapat diterjunkan ke lokasi terdampak. 

Sebanyak 20 personel disiagakan selama masa siaga darurat, didukung tiga unit mobil tangki air yang akan digunakan untuk mendistribusikan bantuan air bersih apabila ada permintaan dari desa maupun kecamatan.

"Dalam konteks kesiapsiagaan tentu personel dan juga peralatan sudah kami siapkan. Ada 20 personel yang disiagakan dan tiga mobil tangki yang siap dimobilisasi," tuturnya.

Pihaknya juga terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan ketersediaan sumber air di wilayah Bandung Barat selama musim kemarau guna memastikan distribusi bantuan dapat dilakukan secara cepat ketika masyarakat mulai mengalami krisis air bersih. 

"Imbauan kepada masyarakat di musim kemarau jangan membakar sampah atau lahan kering karena api mudah merambat dan harus menghemat air, gunakan air sesuai kebutuhan," jelasnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |