ilustrasi(Antara)
Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mendorong masyarakat meningkatkan kebutuhan terhadap perlengkapan perlindungan diri. Permintaan masker juga meningkat di sejumlah wilayah yang terdampak, terutama DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Lampung.
Data internal Grab Indonesia mencatat permintaan masker melalui layanan GrabMart melonjak hingga 24 kali lipat pada periode 5-8 September 2026. Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlengkapan untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik. Kondisi udara yang kurang baik juga menjadi perhatian bagi pekerja yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, termasuk mitra pengemudi layanan transportasi dan pengantaran.
Berbeda dengan masyarakat yang dapat membatasi aktivitas di luar ruangan, mitra pengemudi menghabiskan sebagian besar waktu kerjanya di jalan. Karena itu, perlindungan diri menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan ketika kualitas udara memburuk.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, Grab Indonesia menyalurkan ribuan masker kepada mitra pengemudi di sejumlah titik dengan mobilitas tinggi di wilayah Jabodetabek. Distribusi dilakukan antara lain di Stasiun Tanah Abang, Stasiun MRT Fatmawati, Stasiun MRT Lebak Bulus, dan Stasiun Tangerang. Selain membagikan masker, edukasi keselamatan disampaikan secara berkala melalui imbauan resmi di aplikasi. Materi tersebut disesuaikan dengan aktivitas Mitra Pengemudi roda dua, roda empat, maupun Mitra Merchant.
“Dalam situasi yang dapat berubah dengan cepat, banyak masyarakat tetap perlu menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk mitra pengemudi yang melayani kebutuhan mobilitas dan pengantaran. Karena itu, Grab berupaya memberikan dukungan dari berbagai sisi, mulai dari penyediaan masker dan edukasi keselamatan bagi Mitra yang tetap beraktivitas di jalan hingga membantu masyarakat mengakses kebutuhan kesehatan, seperti masker dan vitamin, melalui GrabMart,” tutur Melinda Savitri, Country Marketing & Communications Head, Grab Indonesia.
Dalam panduan keselamatan tersebut, mitra pengemudi diimbau menggunakan masker, terutama jenis KN95, serta kacamata pelindung ketika beraktivitas di luar ruangan. Mereka juga diingatkan untuk tidak mengucek mata apabila terkena abu vulkanik.
Mitra juga diminta mengenakan pakaian tertutup, seperti jaket, serta segera membersihkan diri dan mengganti pakaian setelah selesai beraktivitas.
Dari aspek keselamatan berkendara, Mitra Pengemudi diminta mewaspadai kondisi jalan dan jarak pandang, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menyalakan lampu, serta menghindari pengereman mendadak. Abu vulkanik dapat membuat permukaan jalan menjadi lebih licin. Dalam situasi darurat, Mitra dapat menggunakan tombol SOS pada aplikasi.
Panduan Keselamatan Dibedakan untuk Roda Dua dan Roda Empat
Bagi mitra pengemudi roda dua, panduan keselamatan mencakup penggunaan helm cakup penuh atau full-face dengan kaca pelindung helm (visor) dalam posisi tertutup. Mitra juga diimbau melakukan pengereman secara halus menggunakan rem belakang dan menghindari marka jalan yang berpotensi licin karena tertutup abu vulkanik.
Sementara bagi mitra pengemudi roda empat, sirkulasi udara di dalam kabin disarankan menggunakan mode recirculate. Mitra juga diminta menggunakan lampu dekat atau lampu kabut (fog lamp), menyemprotkan cairan pembersih kaca (washer) sebelum mengaktifkan penyeka kaca (wiper), serta menjaga jarak aman hingga empat kali lebih jauh dibandingkan kondisi normal.
Edukasi keselamatan juga diberikan kepada Mitra Merchant. Materinya meliputi perlindungan diri dan karyawan, menjaga kebersihan area gerai serta stok makanan, memastikan pesanan dikemas dengan rapat, hingga menyediakan area tunggu yang terlindung dari abu bagi mitra pengemudi. Mitra juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan Kementerian Kesehatan.
Kebutuhan Produk Kesehatan Meningkat
Meningkatnya permintaan masker juga menunjukkan adanya perubahan kebutuhan masyarakat selama kondisi udara kurang baik. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti arahan otoritas dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila memungkinkan.
Melalui GrabMart, masyarakat dapat mengakses sejumlah produk kesehatan dari merchant di sekitar mereka, termasuk masker dan vitamin, tanpa harus bepergian untuk mendapatkannya.
Layanan tersebut menyediakan pilihan pengiriman same day maupun instant yang tersedia selama 24 jam di berbagai merchant. Lonjakan permintaan masker hingga 24 kali lipat pada 5–8 September 2026 menjadi salah satu indikator meningkatnya kebutuhan terhadap perlengkapan perlindungan diri selama periode tersebut.
“Grab akan terus berkoordinasi dengan para Mitra Merchant untuk membantu menjaga ketersediaan produk kesehatan yang dibutuhkan masyarakat. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya Grab untuk membantu masyarakat, Mitra Pengemudi, dan merchant menghadapi situasi dengan lebih siap. Kami mengajak semua pihak untuk saling menjaga dan berharap kondisi ini dapat segera membaik,” tutup Melinda. (E-3)


















































